Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Puskesmasn Kayu Gadang PERTEMUAN MONITORING DAN EVALUASI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) KABUPATEN PESI

17 Nov 2022 04:29:32 WIB 76x dibaca
 Puskesmasn Kayu Gadang PERTEMUAN MONITORING DAN EVALUASI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) KABUPATEN PESI
PERTEMUAN MONITORING DAN EVALUASI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) KABUPATEN PESISIR SELATAN Kayu Gadang, 15 November 2022 Kegiatan hari ini Penanggung Jawab Program Malaria Wilda Susanti,AMd.Ak Melaksanakan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Demam Berdarah Dengue (DBD) Kabupaten Pesisir Selatan di Hotel Trizza Painan. Penyakit Demam Berdarah Dengue berimplikasi luas terhadap kerugian material dan moral berupa penurunan kualitas hidup anak, biaya rumah sakit dan pengobatan pasien, kehilangan produktivitas kerja bagi penderita, kehilangan wisatawan akibat pemberitaan buruk terhadap daerah kejadian dan yang paling fatal adalah kehilangan nyawa dengue dalam dua puluh lima tahun terakhir, sehingga berkembang hiperendemisitas di perkotaan di negara tropis. Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Bagian Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) mengadakan “Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program Demam Berdarah Dengue (DBD) Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan 2022. Dengan jumlah peserta sebanyak 21 Orang Penanggung Jawab Program yang berasal dari setiap UPTD. Puskesmas yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan. Penanggung Jawab Kegiatan menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini adalah memonitoring, mengevaluasi dan mengidentifikasi serta mengkoordinir  pencatatan dan pelaporan Program Demam Berdarah Dengue (DBD). “Adapun tujuan diadakan kegiatan ini adalah memonitoring, mengevaluasi dan mengidentifikasi indikator Program Demam Berdarah Dengue (DBD). Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengkoordinir serta berkomitmen dalam pencatatan dan pelaporan Program Demam Berdarah Dengue (DBD). “Penyakit DBD merupakan salah satu penyakit endemis dengan angka kesakitan yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun dan daerah terjangkitpun semakin meluas bahkan sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Faktor yang berperan dalam timbulnya penyakit ini berdasarkan segitiga epidemiologi dipengaruhi oleh faktor manusia sebagai host dan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penular DBD. Lingkungan secara signifikan mempengaruhi kesakitan bagi setiap individu termasuk sosial, ekonomi dan lebih utamanya perilaku masyarakat, meningkatnya mobilitas penduduk, kepadatan hunian, semakin baiknya sarana transportasi dan masih terdapat tempat perindukan nyamuk penular DBD” ungkapnya. Penyakit DBD sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang cukup besar di Indonesia, karena walaupun jumlah angka kematian sudah dapat ditekan, tetapi jumlah kasus secara keseluruhan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Manifestasi penyakit ini sangat bervariasi mulai dari yang paling ringan sampai gejala yang paling berat yang dapat disertai dengan renjatan. Penderita klinis tersangka DBD apabila diagnosa tidak segera ditegakkan secara dini maka dapat menuju kearah lebih berat, mudah terjadi renjatan dan akhirnya dapat berakibat fatal karena terjadinya DSS. Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka diagnose `pasti DBD penting sekali artinya, karena selain membantu penatalaksanaan dan pengelola "sand granules" ditaburkan dengan pasir sebagai "carrier" ke dalam bejana tempat penampungan air. Penaburan larvasida di tempat penampungan air seperti bak mandi, tempayan, drum dapat mencegah timbulnya jentik selama 2-3 bulan. Larvasida yang dipakai adalah abate 1 % dengan dosis 1 gr per 10 liter air. Namun cara ini tidak menjamin terbasminya tempat perindukkan nyamuk secara permanen, karena masyarakat pada umumnya tidak begitu senang dengan bau yang ditimbulkan larvasida selain itu pula diperlukan abate secara rutin untuk keperluan pelaksanaannya. Kegiatan pengawasan kualitas lingkungan adalah kegiatan yang memerlukan pemantauan yang terus menerus dari petugas kesehatan, sehingga kegiatan terasa sulit, karena memerlukan tenaga dan waktu yang tidak sedikit, mengingat luas wilayah kerja yang dijangkau oleh petugas kesehatan sangat luas per kecamatan. Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) pada dasarnya, untuk memberantas jentik atau mencegah agar nyamuk tidak dapat berkembang biak. Mengingat Ae.aegypti tersebar luas, maka pemberantasannya perlu peran aktif masyarakat khususnya memberantas jentik Ae.aegypti di rumah dan lingkungannya masing-masing. Salam Sehat Terima Kasih

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.