Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

KEGIATAN POS GIZI DI NAGARI SUNGAI GAYO WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS LUMPO

01 Nov 2022 22:56:01 WIB 19x dibaca
KEGIATAN POS GIZI DI NAGARI SUNGAI GAYO WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS LUMPO
Kamis, 27 Oktober 2022 KEGIATAN POS GIZI DI NAGARI SUNGAI GAYO WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS LUMPO Kegiatan ini di dampingi oleh bidan desa nagari sungai gayo srina rahayu, Amd.Keb dan di bantu kader kesehatan nagari sungai gayo. Pemenuhan gizi merupakan hak dasar anak. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak. Untuk mencapai hal tersebut, praktik pemberian makan yang baik dan tepat sangat penting untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan, perkembangan, kesehatan dan gizi bayi dan anak. Jumlah yang hadir kurang lebih 12 orang balita. Pemberian ASI pada bayi 0-6 belum sepenuhnya optimal, hal ini ditunjukan dengan terjadinya gangguan pertumbuhan mulai usia 3- 4 tahun.Pada usia enam bulan bayi mulai diberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), sebagian anak tidak mendapatkan MP-ASI dalam jumlah yang cukup baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Jika bayi dan anak usia 6-24 bulan tidak memperoleh cukup gizi dari MP-ASI, maka akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan kurang gizi. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah kekurangan gizi maka diperlukan perbaikan pada kuantitas dan kualitas MP-ASI. Untuk memperoleh MP-ASI yang baik secara kualitas dan kuantitas maka diperlukan peranan petugas kesehatan untuk memberi informasi tentang praktek pemberian makanan yang baik untuk anak dibawah usia 2 tahun kepada orang tua, pengasuh, dan keluarga. Oleh karena sangat penting dibuat kegiatan Pos Gizi agar semua bayi dan balita yang bermasalah dengan kesehatan gizi dapat berkumpul bersama untuk membagi pengalaman dan belajar bersama dengan tenaga kesehatan tentang cara pengolahan makanan lokal dan praktik langsung pemberian makanan pada bayi dan anak. Sebagian besar asupan makanan balita sebagai dampak dari perilaku / asuhan orang tua / pengasuh yang kurang baik menjadi penyebab terjadinya kurang gizi pada balita. Hal ini dapat ditunjukkan dari masih adanya bayi Balita di wilayah Puskesmas lumpo yang mengalami Gizi Kurang, Gizi Buruk,Balita Bawah Garis Merah (BGM) dan balita Stunting. Dengan adanya masalah gizi yang terjadi di atas, maka diperlukan adanya keterlibatan dari berbagai pihak dengan menyediakan wadah atau tempat seperti membuat POS GIZI untuk penanganan bayi/balita yang beresiko. Dalam rangka penanggulangan masalah gizi buruk dan gizi untuk itu perlu dilaksanakan secara maksimal dengan membentuk Pos Gizi yang berbasis masyarakat dengan melibatkan seluruh Elemen masyarakat guna memantau dan mengawasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Kegiatan di Pos Gizi dapat memanfaatkan kearifan lokal dalam mencegah terjadinya masalah Gizi yang ada di wilayah kerja puskesmas lumpo. Puskesmas Lumpo juga telah melaksanakan serangkaian kegiatan program Gizi dalam penanggulangan masalah gizi, terutama Gizi Masyarakat diantaranya pemantauan status gizi balita di posyandu, Pelacakan Balita Gizi Buruk, Penyuluhan Gizi dan kegiatan-kegiatan lainnya dengan sasaran seluruh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Lumpo TUJUAN DIBENTUKNYA POS GIZI ini adalah . 1. Meningkatkan Pelayanan dalam Penanganan Balita gizi buruk. 2. Menurunkan angka kematian atau kesakitan akibat gizi buruk 3. Memperbaiki dan meningkatkan status gizi balita 4. Meningkatkan perubahan perilaku orang tua dalam mengasuh balita. PELAKSANAAN KEGIATAN : Melakukan Pendataan Balita melalui hasil pengukuran yang dilakukan diposyandu oleh bidan desa dan kader kesehatan dan divalidasi oleh petugas Gizi terutama data antopometri dan status Gizi; Setelah pendataan, melakukan pemeriksaan terhadap balita Gizi Buruk/stunting (0-23 bulan) balita berat badan sangat kurang. Hasil pendataan dan pemeriksaan disampaikan melalui musyawarah Desa, untuk menentukan tempat dan waktu pelaksanaan. Tenaga kesehatan bersama lintas secktor menyusun jadwal kegiatan selama 14 hari terkait materi/bahan makanan apa yang akan diberikan. Selama 14 hari berturut-turut, peserta pos gizi bayi (6-11 bulan) dan balita (12-59 bulan) beserta ibu akan dikumpulkan di Pos Gizi untuk diberi PMT berbahan pangan lokal, dipantau penambahan berat badannya, mengajarkan personal hygiene. Kegiatan ini merupakan bagian dari pencegahan dan penanggulangan stunting di wilayah kerja upt puskesmas lumpo. Pos gizi adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita gizi kurang, dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung lainnya dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan. Serta mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran. Status gizi yang kurang dapat mempengaruhi keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan balita. Apabila balita mengalami keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan dapat menurunkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia yang merupakan negara berkembang. Besar harapan kami agar seluruh balita memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang baik dengan memperoleh asupan gizi yang cukup mulai dari dalam kandungan hingga balita. Salam sehat.....

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.