Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Kepala Puskesmas Tanjung Makmur dampingi Penanggung Jawab Promkes dan PM mengadakan Pertemuan Geraka

12 Jul 2023 09:42:13 WIB 39x dibaca
Kepala Puskesmas Tanjung Makmur dampingi Penanggung Jawab Promkes dan PM mengadakan Pertemuan Geraka
Silaut, 11 Juli 2022. Kepala Puskesmas Tanjung Makmur Yulia Nilawati,SKM,MKM didampingi Penanggung Jawab Promkes dan PM mengadakan Pertemuan Gerakan Aksi Cegah Stunting yang dihadiri oleh para Kader posyandu sekecamatan Silaut. Lebih lanjut dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Yulia Nilawati mengatakan bahwa Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kurang gizi dalam jangka waktu lama, paparan infeksi berulang, dan kura'ng stimulasi. Stunting dipengaruhi oleh status kesehatan remaja, ibu hamil, pola makan balita, serta ekonomi, budaya, maupun faktor lingkungan seperti sanitasi dan akses terhadap layanan kesehatan 1 dari 4 anak Indonesia mengalami stunting, kurang lebih ada 5 juta anak Indonesia mengalami stunting (Studi Status Gizi Indonesia, 2021). Bila generasi penerus kerap mengalami stunting, akankah Indonesia melihat generasi emas-nya di 2045? Indonesia menargetkan angka stunting turun hingga 14% pada tahun 2024, sementara angka stunting di tahun 2021 mencapai 24% 23% bayi lahir sudah stunting, maka intervensi harus dimulai sebelum bayi lahir—bahkan sejak perempuan masih di usia remaja. Gap dalam permasalahan stunting di Indonesia 8,3 juta dari 12,1 juta remaja putri tidak mengkonsumsi tablet tambah darah dan berisiko anemia. 2,8 juta dari 4,9 juta Ibu hamil tidak periksa kehamilan minimal 6x Hanya 46.000 dari 300.000 Posyandu aktif beroperasi 6,5 juta dari 22 juta balita tidak dipantau pertumbuhan dan perkembangannya 1.5 juta relawan kader belum memiliki standardisasi kemampuan. Perbedaan antara balita normal dan stunting terlihat dari sisi tinggi badan. Balita stunting terlihat lebih pendek dari balita seusianya. Namun, perbedaan yang tidak terlihat antara keduanya adalah otak anak stunting tidak terbentuk dengan baik dan dapat berdampak panjang. Pemerintah telah berusaha melalui Gerakan Cegah Stunting dengan 5 kegiatan. Selanjutnya Petugas Promkes Dwi Muchranto juga menambahkan bahwa Gerakan Cegah Stuntingitu Penting : Mengedukasi masyarakat tentang stunting dan pencegahannya melalui pesan ABCDE. Kapasitas kader juga ditambah dengan 25 Kompetensi Kecakapan dasar bagi kader posyandu. Ditermin terakhir kader posyandu juga dibekali dengan Tatakelola MPASI bagi ibu bayi dan balita yang disampaikan oleh Jajaran Ahli Gizi Puskesmas Tanjung Makmur. Demikianlah Promkes puskesmas Tanjung Makmur melaporkan dari Kecamatan Silaut.

Penulis: Sherly G

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.