Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Kunjungan BBLR di Nagari Kp. Tengah Tapan, diwilayah kerja Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan

18 Apr 2023 10:35:50 WIB 27x dibaca
Kunjungan BBLR di Nagari Kp. Tengah  Tapan, diwilayah kerja Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan
Kunjungan BBLR di Nagari Kp. Tengah Tapan, diwilayah kerja Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan Rahul, Kamis, 13 April 2023 Berat badan lahir rendah atau BBLR yaitu kondisi bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram atau 2,5 kg. Kondisi ini kerap dialami oleh bayi kembar atau bayi yang lahir secara prematur (sebelum usia kehamilan 37 minggu). Berat badan normal bayi saat lahir adalah 2,5–4,5 kilogram. Bayi dinyatakan mengalami BBLR jika berat lahirnya kurang dari 2,5 kilogram. Perlu diketahui bahwa makin rendah berat badan lahir bayi, makin tinggi pula risiko terjadinya komplikasi. Komplikasi yang dapat timbul akibat berat badan lahir rendah antara lain: 1. adar oksigen rendah saat lahir 2. ulit untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap hangat sehingga bisa mengalami penurunan suhu tubuh secara drastis (hipotermia) 3. ulit menyusu 4. udah terserang infeksi 5. Gangguan perkembangan paru-paru atau organ lain 6. asalah pernapasan, seperti sindrom gangguan pernapasan bayi 7. erdarahan otak atau kejang 8. angguan di usus, seperti necrotizing enterocolitis 9. adar gula dalam darah yang rendah (hipoglikemia) 10. ematian mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS). Beberapa bayi BBLR juga dapat mengalami keterlambatan tumbuh kembang, asma, kebutaan, tuli, dan cerebral palsy. Saat dewasa, kebanyakan bayi BBLR lebih berisiko menderita diabetes dan penyakit jantung. Sehingga bayi dengan BBLR perlu mendapatkan perhatian khusus dari keluarga dan tenaga Kesehatan. Petugas Puskesmas yang melakukan kunjungan rumah BBLR yaitu Mega silfia H.Y. A.Md. Keb, Jeni aprita, A.Md. Keb dan bidan desa Eni Susilawati, A.Md.Keb. Kegiatan ini termasuk program upaya kesehatan masyarakat (UKM) di bidang kesehatan ibu dan anak (KIA). Saat kunjungan, petugas memberitahu edukasi kepada orang tentang pentingkan pemantauan jangka panjang bagi bayi dengan BBLR dilakukan dengan melakukan pemeriksaan pertumbuhan berat badan, penjang badan dan lingkar kepala; tes perkembangan; waspada adanya kelainan bawaan; pemeriksaan mata dan pendengaran. Mengajak rutin datang ke posyandu

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.