PENJARINGAN HIPERTENSI, DM DAN PASIEN TB DI NAGARI BATU KUNIK WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS LUMPO
25 Oct 2022
05:24:58 WIB
100x dibaca
Selasa, 11 Oktober 2022
PENJARINGAN HIPERTENSI, DM DAN PASIEN TB DI NAGARI BATU KUNIK WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS LUMPO
Penjaringan pasien hipertensi, dm dan pasien tb yang dilaksanakan di nagari batu kunik oleh Pengelola PTM nelva endra yenti, Amd.Kep dan Bidan desa widya narta, Amd.Keb.
Penjaringan ini di maksudkan untuk memaksimalkan penemuan penderita hipertesi, dm dan tb agar sesegera mungkin ditangani agar bisa di tangani dengan cepat.
Hasil kegiatan dari penjaringan hipertensi, dm dan tb di nagari batu kunik yaitu di temukan ada beberapa yang hipertensi, dan tidak ada yang ditemukan penyakit dm, dan di dapati sputum dahak pasien suspek tb yang selanjutnya akan diperiksa lebih lanjut.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan mendatangi langsung rumah yang kita anggap sebagai penderita hipertensi, dm dan pasien suspek tb setelah mengumpulkan informasi dari Bidan desa dan kader.
Tekanan darah tinggi atau disebut juga hipertensi adalah suatu kondisi ketika seseorang mempunyai tekanan darah yang terukur pada nilai 130/80 mmHg atau lebih tinggi.
Tekanan darah ditentukan oleh berapa banyak volume darah yang dipompa oleh jantung dan resistensi aliran darah di pembuluh darah/arteri. Jadi, tekanan darah akan terukur lebih tinggi apabila jantung memompa darah lebih cepat dan atau arteri lebih sempit.
Meski kasus tekanan darah terus meningkat tiap tahunnya, cara mencegah hipertensi masih mungkin dilakukan.
Anda bisa menurunkan faktor risiko hipertensi di masa mendatang dengan mengetahui berbagai penyebab dan pengobatan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Sebagian besar orang yang memiliki tekanan darah tinggi biasanya tidak menunjukkan ciri-ciri atau gejala hipertensi tertentu.
Bahkan, beberapa orang tidak menunjukkan gejala hipertensi walaupun tekanan darah mencapai tingkat yang sangat tinggi.
Umumnya, gejala hipertensi adalah sebagai berikut.
1.Sakit kepala parah
2.Sesak napas
3.Mimisan
4.Kulit memerah (terutama pada wajah dan leher)
5.Pusing
6.Nyeri dada
7.Gangguan penglihatan
7.Ada darah dalam urine
Bagaimana cara mengobati hipertensi?
Pada dasarnya,pengobatan hipertensi yang direkomendasikan dokter disesuaikan dengan usia dan kondisi pasien, serta tingkat keparahan tekanan darah tinggi yang dialami.
Berikut adalah penjelasan mengenai cara mengobati hipertensi selengkapnya.
1. Kurangi asupan garam
Salah satu cara mengobati hipertensi adalah dengan mengurangi asupan makanan mengandung garam.
WHO merekomendasikan pengurangan konsumsi garam hingga di bawah 5 gram per hari untuk membantu mengurangi risiko hipertensi.
2. Tidak merokok
Merokok tidak hanya bisa meningkatkan faktor risiko hipertensi, melainkan juga memunculkan berbagai gangguan kesehatan lain.
Maka dari itu, Anda tidak dianjurkan untuk merokok agar terbebas dari faktor risiko hipertensi dan gangguan kesehatan lainnya.
3. Lakukan latihan fisik secara teratur
Pengobatan tekanan darah tinggi sekaligus cara mencegah hipertensi juga perlu melakukan aktivitas fisik secara teratur setidaknya 150 menit setiap minggu.
Anda bisa membaginya menjadi 30 menit per hari agar tubuh bisa beradaptasi. Jenis olahraganya pun tidak perlu rumit. Contohnya, berjalan, jogging, bersepeda, dan berenang.
4. Hindari stres
Menghindari atau belajar mengelola stres dapat membantu seseorang untuk mengendalikan tekanan darah tinggi.
Anda bisa melakukan meditasi, yoga, hobi yang Anda gemari, atau memanjakan diri di spa.
5. Hindari konsumsi alkohol
Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan faktor risiko tekanan darah. Maka dari itu, penderita hipertensi diimbau untuk menghindari tindakan pencegahan ini.
6. Terapkan pola makan yang seimbang
Penderita perlu mengubah pola makannya agar nutrisi yang masuk ke tubuh menjadi lebih seimbang.
Misalnya, dengan mengonsumsi lebih banyak buah, sayur, ikan, gandum utuh, dan kacang-kacangan, serta mengurangi makanan berminyak dan berlemak.
7. Jaga berat badan
Kelebihan berat badan dapat berkontribusi terhadap penyebab hipertensi. Pasalnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, penderita hipertensi perlu menurunkan berat badannya bila berlebihan.
8. Minum obat penurun tekanan darah
Jika pola hidup tidak cukup sebagai pengobatan hipertensi, dokter mungkin akan meresepkan obat penurun tekanan darah.
Penggunaan obat penurun tekanan darah juga disesuaikan dengan usia dan kondisi pasien, serta tingkat keparahan tekanan darah tinggi yang dialami.
Bagaimana cara mencegah hipertensi?
Walaupun sudah melakukan berbagai cara mengobati hipertensi, Anda tetap melakukan tindakan pencegahan hipertensi agar gejala tekanan darah tinggi tidak muncul lagi di kemudian hari.
Cara mencegah hipertensi yang bisa dilakukan, yakni:
1. Kurangi konsumsi garam dan menjalani diet sehat
2. Kurangi konsumsi alkohol dan kafein
3. Kurangi berat badan jika diperlukan
Olahraga secara teratur
4. Istirahat yang cukup
5. Kelola stres dengan baik.
Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Akan tetapi, pada penderita diabetes, glukosa tersebut tidak dapat digunakan oleh tubuh.
Kadar gula (glukosa) dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi pankreas. Namun, pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.
Tuberkulosis (TBC) atau TB adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri. TBC umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.
Penyakit ini dapat berakibat fatal bagi penderitanya jika tidak segera ditangani. Meski begitu, TBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan dan bisa dicegah
Penularan dan Gejala Tuberkulosis (TBC)
Penularan tuberkulosis (TBC) terjadi ketika seseorang tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) saat seseorang yang terinfeksi TBC bersin atau batuk. Oleh sebab itu, risiko penularan penyakit ini lebih tinggi pada orang yang tinggal serumah dengan penderita TBC.
TBC pada paru-paru akan menimbulkan gejala berupa batuk lebih dari 3 minggu yang dapat disertai dahak atau darah. Selain itu, penderita juga akan merasakan gejala lain, seperti demam, nyeri dada dan berkeringat di malam hari.
Pengobatan dan Pencegahan Tuberkulosis (TBC)
Pengobatan TBC adalah dengan mengonsumsi obat sesuai dosis dan anjuran dari dokter. Jenis obat yang diresepkan untuk mengatasi TBC antara lain rifampicin dan ethambutol
TBC dapat dicegah dengan vaksin BCG. Pemberian vaksin ini disarankan sebelum bayi berusia 2 bulan. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit dan memakai masker saat berada di tempat ramai.
Salam sehat.....
Penulis:
Emmi