PENJARINGAN SUSPEK TB-PARU DI NAGARI NAGARI SUNGAI GAYO PUSKESMAS LUMPO
18 Oct 2022
05:10:15 WIB
149x dibaca
SENIN, 17 OKTOBER 2022
PENJARINGAN SUSPEK TB-PARU DI NAGARI NAGARI SUNGAI GAYO WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUMPO
Penjaringan suspek TB-Paru dilaksanakan di Nagari Sungai Gayo oleh Pengelola Program TB Puskesmas Lumpo Febi Wirmaini , Petugas labor Kasniati, Bidan Desa Sungai Gayo Srina Rahayu, Amd.Keb.
Penjaringan ini di maksudkan untuk memaksimalkan penemuan penderita TB-Paru, agar sesegera mungkin ditangani dengan pemberian OAT berstandar sesuai dengan rekomendasi dan pengawasan Dokter
Hasil kegiatan dari penjaringan suspek TB paru di nagari sungai gayo yaitu didapati suspek dan selanjutnya sampek akan di bawa dan di periksa secara lebih lanjut.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan mendatangi langsung rumah yang di anggap sebagai suspek TB-Paru setelah mengumpulkan informasi dari Bidan desa dan kader.
Selanjutnya sputum langsung diperiksasi oleh petugas Labor Puskesmas Lumpo Anas Afandi sesuai SOP, kemudian diantar ke Puskesmas Rujukan Mikroskopis. Setelah melalui pemeriksaan laboratorium,slide yang dinyatakan positif BTA (Basil Tahan Asam) maka ditindaklanjuti dengan pemberian OAT (Obat Anti TBC) selama 6 bulan
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi dan berpotensi serius terutama pada organ paru-paru. Penyakit ini menjadi 1 dari 10 penyebab kematian dan penyebab utama agen infeksius.
Infeksi penyakit tuberkulosis mulai meningkat pada tahun 1985, sebagian karena munculnya HIV, virus penyebab AIDS. HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga penderitanya tidak dapat melawan kuman TBC.
Bakteri penyebab TBC menyebar dari orang ke orang melalui droplet yang dilepaskan ke udara melalui batuk dan bersin.
Gejala umum ditimbulkan oleh TBC di paru-paru antara lain:
1. Batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu
2. Batuk darah atau dahak (dahak)
3. Sakit dada
4. Mudah lelah dan lemah
5. Demam
6. Panas dingin
7. Keringat malam
8. Kehilangan nafsu makan
9. Penurunan berat badan
Sementara, apabila TBC sudah menyebar ke organ lain dapat menyebabkan:
1. Darah dalam urin dan kehilangan fungsi ginjal, jika TB mempengaruhi ginjal
2. Sakit punggung dan kekakuan, kejang otot, dan ketidakteraturan tulang belakang jika TB mempengaruhi tulang belakang
3. mual dan muntah
4. Kebingungan
5. Kehilangan kesadaran, jika TBC menyebar ke otak.
Cara mencegah tuberkulosis
Faktanya 10% masyarakat Indonesia memiliki bakteri TB. Namun, apakah infeksi bersifat laten atau aktif tergantung pada kondisi penderitanya. Jika mereka memiliki sistem imun yang baik, maka penyakit ini bisa sembuh bahkan sebelum gejala tersebut muncul.
Maka dari itulah, pencegahan utama agar tidak terjangkit tuberculosis (TB) adalah menjaga pola hidup, makan cukup, tidur cukup dan berhenti merokok.
Jika Anda sudah terinfeksi, selain menjalani pengobatan, sebaiknya melakukan cara pencegahan TBC terbaik agar tidak terjadi penyebaran bakteri tersebut dari orang yang sakit ke orang sehat.
Apabila Anda memiliki anak, jangan sampai melewatkan vaksin BCG atau Bacillus Calmette–Guérin untuk mencegah TBC. Selain untuk bayi dan anak-anak, vaksin ini juga bisa diberikan pada orang dewasa berusia 16–35 tahun, terutama untuk mereka yang berisiko tinggi terpapar TB di tempat kerja.
Terakhir, jangan lupa untuk selalu melalui medical check up untuk mendeteksi berbagai jenis penyakit, termasuk TBC. Ketika mengalami salah satu atau beberapa gejalanya, jangan ragu untuk mengonsultasikan diri ke dokter.
Salam sehat.
Penulis:
Emmi