Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Puskesmas Balai Selasa ikuti Pertemuan Peningkatan Kapasitas Petugas Dalam Tatalaksana Gizi Buruk Pa

09 Dec 2022 12:33:06 WIB 74x dibaca
Puskesmas Balai Selasa ikuti Pertemuan Peningkatan Kapasitas Petugas Dalam Tatalaksana Gizi Buruk Pa
Pertemuan Peningkatan Kapasitas Petugas Dalam Tatalaksana Gizi Buruk Pada Balita Tanggal 7-8 Desember 2022 Lokasi Hannah Hotel, diikuti oleh dr.Sundary Florenza, Megawati,AMG dan Hasnayenti, Amd.Keb Gizi buruk merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan Kesehatan, sesuai arah kebijakan RPJMN 2020-2024, target tahun 2024 adalah menurunkan prevalensi wasting menjadi 7% dan stunting menjadi 14%.Penanganan balita gizi buruk harus dilakukan secara cepat dan tepat untuk mencegah kematian dan komplikasi lebih lanjut serta memperbaiki tumbuh kembang anak di masa mendatang. Berdasarkan pedoman pencegahan dan tatalaksana gizi buruk pada balita, definisi gizi buruk adalah keadaan gizi balita yang ditandai oleh satu atau lebih tanda berikut 1. BB/PB atau BB/TB kurang dari -3 standar deviasi (< -3 SD) 2. pitting edema bilateral, minimal pada kedua punggung kaki 3. lingkar lengan atas (LiLA) < 11,5 cm pada balita usia 6-59 bulan. Penatalaksanaan gizi buruk terdiri dari rawat jalan dan rawat inap sesuai kondisi pasien. Untuk rawat inapTerdapat tiga fase dalam tatalaksana rawat inap, yaitu: a. Fase Stabilisasi b. Fase Transisi c. Fase Rehabilitasi Dalam ketiga fase ini terdapat 10 tindakan pelayanan rawat inap untuk balita gizi buruk yang perlu dilakukan Pencegahan dan tata laksana gizi buruk pada balita harus dilakukan dalam pendekatan tim yang terdiri dari dokter, perawat/ bidan dan nutrisionis/dietisien (tim asuhan gizi), dan tenaga kesehatan lainnya.

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.