PUSKESMAS IV KOTO MUDIK Kamis, 10 November 2022 PELAKSANAAN DETEKSI DINI FAKTOR RESIKO PENYAKIT TIDA
12 Nov 2022
17:59:43 WIB
23x dibaca
PUSKESMAS IV KOTO MUDIK
Kamis, 10 November 2022
PELAKSANAAN DETEKSI DINI FAKTOR RESIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM)
Kegiatan ini di laksanakan di posyandu melati 2, Nagari Sungai Nyalon oleh Petugas PTM (Cici elva, Amd. Keb) Petugas Labor (Maihaswati) petugas lansia (Valensia, AMd. Keb) dan bidan desa (lira helvita)
Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular adalah salah satu Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang berorientasi kepada Upaya Promotif dan Preventif dalam pengendalian Penyakit Tidak Menular.
Penyakit Tidak Menular menjadi penyebab kematian dan kecacatan terbesar di Indonesia. Padahal sebenarnya, hal ini dapat dicegah dengan melakukan Skrining Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular sejak dini dan menerapkan gaya hidup sehat. Skrining Penyakit Tidak Menular terutama penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi ini ditujukan pada kelompok umur 15-59 tahun (usia produktif), karena adanya kecenderungan bahwa penyakit-penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi mulai menyerang usia yang lebih muda (>15 tahun).
Penyakit tidak menular sendiri terjadi karena berbagai faktor, seperti kebiasaan merokok, diet atau pola makan yang tidak sehat, minim aktivitas fisik, dan konsumsi minuman beralkohol. Selain itu, riwayat kesehatan keluarga juga dapat menjadi pemicu penyakit tidak menular.
Prosedur pelaksanaan Skrining Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular yaitu : registrasi, pengukuran tekanan darah, tinggi badan, berat badan, lingkar perut dan pemeriksaan gula darah. Bagi masyarakat yang didapatkan pemeriksaannya melewati batas normal di sarankan ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sasaran yang datang 36 orang, yang terdeteksi HT baru 6 orang, DM baru 3 orang.
Dengan adanya kegiatan ini maka diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin melakukan skrining kesehatan minimal satu kali setahun agar dapat mendeteksi secara dini kemungkinan adanya faktor resiko penyakit tidak menular. Karena sesungguhnya mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.
Penulis:
Emmi