PUSKESMAS KAMBANG Sosialisasi Pemantauan Jentik Nyamuk disekolah pada siswa/i Dokter Kecil di SDN 2
29 Nov 2022
21:38:58 WIB
43x dibaca
PUSKESMAS KAMBANG
Jumat, 18 November 2022.
Sosialisasi Pemantauan Jentik Nyamuk disekolah pada siswa/i Dokter Kecil di SDN 28 Ps.Gompong.
Apa itu DBD? Demam Berdarah Denque(DBD) merupakan penyakit yang menular melalui gigitan nyamuk ditandai dengan panas(demam) dan disertai dengan perdarahan, yang di sebabkan oleh virus denque.
Demam berdarah denque ditularkankan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepti yang hidup didalam dan disekitar rumah.
Nyamuk aedes memiliki siklus hidup (tahapan kehidupan) secara sempurna antara lain: telur, jentik, kepompong dan nyamuk dewasa. Masa pertumbuhan dari telur, jentik, kepompong hingga menjadi nyamuk sekita 8-12 hari, tergantung dari suhu dan kelembapan. semkin tinggi suhu dan kelembapan semakin cepat masa pertumbuhan nyamuk.
Anak sekolah merupakan kelompok yang rentan terkena DBD.
Menurut Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI mengatakan bahwa kebanyakan usia yang anak sekolah, terutama di jam-jam kegiatan belajar yaitu jam 8 sampai 10 pagi.
Terutama seragam yang digunakan anak SD ialah rok/ celana pendek yang artinya sangat memiliki kemungkinan besar untuk anak terkena DBD lebih banyak dibanding orang dewasa.
Salah satu upaya untuk mencegah dan memberantas kejadian demam berdarah adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk disingkat PSN.
PSN adalah tindakan pemberantasan sarang nymuk melalui kegiatan menutup, menguras, dan memanfaatkan barang bekas yang masih bernilai ( yang dikenal dengan istilah 3M).
PSN 3M merupakan kegiatan terencana secara terus- menerus dan berkesinambungan.
Jumantik anak sekolah adalah anak sekolah dari berbagai jenjang pendidikan dasar yang telah dibina dan dilatih sebagai juru pemantauan jentik ( jumantik) disekolahnya.
Selain mendidik mereka sebagai kader jumantik PSN DBD di sekolah, juga bertujuan menanamkan rasa tanggung jawab terhadap diri dan lingkungan sekitar, sehinga anak-anak sekolah yang menjadi kader jumantik tersebut juga bisa menjadi kader dilungkungan tempat tinggalnya.
Siswa sekolah memiliki peran dan potensi yang besar dalam pencegahan DBD, karena bagaimanapun pencegahan itu lebih baik daripada mengobati.
Mari bersama kita menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita untuk mencegah terkena penyakit DBD.
Penulis:
Emmi