Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Puskesmas Koto Berapak hadiri Sosialisasi Germas Percepatan Penurunan Pencegahan Stunting dan Covid

25 Oct 2022 20:44:31 WIB 27x dibaca
Puskesmas Koto Berapak hadiri Sosialisasi Germas  Percepatan Penurunan Pencegahan Stunting dan Covid
Jumat, 21 Oktober 2022 Sosialisasi Germas untuk Percepatan Penurunan Pencegahan Stunting dan Covid 19 bersama Mitra di Kantor Camat Bayang. Sosialisasi ini di hadiri oleh anggota DPR RI Komisi IX bapak Drs. H. Darul Siska, Ibu Yunimar dari Kementrian Kesehatan Subdit KIA dan Gizi, Bpk Saiful Jamal Dinas Provinsi Sumatera Barat dan Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Syahrizal Antoni , Sy. MPH beserta jajarannya. Para tamu undangan yang hadir dari sejumlah tokoh masyarakat se Kecamatan Bayang, Kader Posyandu dan Masyarakat yang berjumlah kurang lebih 200 orang . Data Stunting di Kecamatan Bayang dari hasil penimbangan bulan Agustus 2022 terdapat 136 orang anak yang stunting yang tersebar di 17 nagari se Kecamatan Bayang. Untuk pemateri pertama disampaikan oleh DPR RI Komisi IX bapak Drs. H. Darul Siska membahas tentang apa itu Promotif,Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif. Dan kita tahu bahwa 1. Promotif /Promosi kesehatan adalah proses untuk kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial, maka masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, dan mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya. 2. Pengertian Preventif. Istilah preventif diartikan sebagai "pencegahan". Yang dimaksud dengan preventif kesehatan atau upaya kesehatan preventif adalah suatu upaya melakukan berbagai tindakan untuk menghindari terjadinya berbagai masalah kesehatan yang mengancam diri kita sendiri maupun orang lain di masa yang akan datang. Usaha pencegahan suatu penyakit lebih baik dari pada mengobati, hal ini dikarenakan usaha pencegahan suatu penyakit akan memunculkan hasil yang lebih baik dan biaya yang lebih murah 3. Pengertian Kuratif. Istilah kuratiff diartikan sebagai "penyembuhan". Yang dimaksud dengan kuratif kesehatan atau upaya kesehatan kuratif adalah suatu upaya kesehatan yang dilakukan untuk mencegah penyakit menjadi lebih parah melalui pengobatan. Upaya kesehatan kuratif juga dapat diartikan sebagai usaha medis yang dilakukan untuk menyembuhkan atau mengurangi rasa sakit yang diderita seseorang. Termasuk dalam tindakan ini adalah mengenal dan mengetahui jenis penyakit pada tingkat awal serta mengadakan pengobatan yang tepat dan segera. Tujuan utama dari usaha pengobatan (kuratif) adalah pengobatan yang setepat-tepatnya dan secepat-cepatnya dari setiap jenis penyakit sehingga tercapai penyembuhan yang sempurna dan segera. 4. Pengertian Rehabilitatif. Istilah rehabilitatif diartikan sebagai "pemulihan". Yang dimaksud dengan rehabilitatif kesehatan atau upaya kesehatan rehabilitatif adalah suatu upaya maupun rangkaian kegiatan yang ditujukan kepada bekas penderita (pasien yang sudah tidak menderita penyakit) agar dapat berinteraksi secara normal dalam lingkungan sosial. Usaha rehabilitatif ini memerlukan bantuan dan pengertian dari seluruh anggota masyarakat untuk dapat mengerti dan memahami keadaan mereka (bekas penderita), sehingga memudahkan mereka (bekas penderita) dalam proses penyesuaian dirinya dalam masyarakat dengan kondisinya yang sekarang ini. Dan juga dijelaskan bahwa pada kita untuk membeli suatu barang makanan dan sejenisnya alahkah baiknya kita harus memperhatikan 1. Kadaluarsa barang tersebut dengan melihat label barang seperti ED nya tahun berapak 2. Kemasan, untuk kemasan ini kita harus melihat juga gimana kondisi barang/makanan kalengan yang ingin kita beli. Apa bila ada yang kemasan yang tidak layak dan sudh penyot untuk kaleng maka, untuk pembeliannya jangn dibeli 3. Izin edar,, makanan yang kita beli harus ad izin edarnya, layak atau tidak makanan kaleng tersebut tentu diliat dari izin edarnya. 4. Halal tidak makanan tersebut. Selanjutnya materi kedua disamapaikan oleh dr. H. Syahrizal Antoni , Sy. MPH, Materi yang disampaikan yaitu cegah stunting bersama PASAN MANDE. Program ini dibuat untuk penurunan angka stunting sebesar 14 persen dari prevalensi stunting 25,2 persen di daerah itu benar-benar tercapai di tahun 2024 nanti, maka penanganannya harus dilakukan melalui kerja sama terintegrasi. Maksud dari pasan mandi ini adalah : P=Pastikan remaja putri mendapat tablet tambah darah A=Ajak calon penganten melakukan pemeriksaan Kesehatan S=Setiap ibu hamil mendapat pelayanan kesehatan yang berkualitas ( ANC) A=Amakan bayi baru lahir dengan layanan kesehatan sesuai standar N=Naikkan status gizi kesehatan bayi dan balita M=Mengkonsumsi pangan yang beragam bergizi dan berimbang A=Akses air minum yang berkualitas N=Nagari Stop air besar sembarangan / PDF D=Dorong keluarga untuk mengikuti program jaminan kesehatan E=Edukasi dan promosi kesehatan kunci keberhasilan. “Komitmen itu kita aplikasikan melalui jargon inovasi ‘Pasan Mandeh’ yang peluncurannya dilakukan 3 Agustus 2022 oleh Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar. Peluncuran ini dilakukan bersamaan peresmian gedung baru Puskesmas Inderapura di Kecamatan Pancung Soal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Syahrizal Antoni, di Painan. Dalam sosialisasi ini sangat banyak ilmu tentang Stunting dan Covid 19 yang di berikan oleh pemateri Ibu Yunimar dari Kementrian Kesehatan Subdit KIA dan Gizi. Ibu ini juga mejelaskan bahwa walaupun kondisi kita mulai menuju hijau untuk status pandemi, tetapi kita dalam melakukan aktifitas apapun harus selalu menjaga kebersihan tangan dengan menerapkan CTPS (hansanitaizer) dimana pun berada. #salamsehat

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.