PUSKESMAS LUMPO IKUTI REMBUK STUNTING TINGKAT KECAMATAN DI KANTOR CAMAT IV JURAI
01 Nov 2022
20:03:19 WIB
26x dibaca
Senin, 31 Oktober 2022
REMBUK STUNTING TINGKAT KECAMATAN DI KANTOR CAMAT IV JURAI
Pertemuan ini dihadiri oleh Camat IV jurai, kapolsek IV jurai, kasi gizi dinas kesehatan kab pessel, kepala puskesmas salido, kepala puskesmas lumpo, ketua tp-pkk kec IV jurai atau yang mewakili, porlap kb kecamatan IV jurai, balai penyuluhan pertanian IV jurai, perikanan, wali nagari se kec IV jurai atau yang mewakili, babhinkamtibnas kec IV jurai, pendamping desa kec IV jurai dan staf kecamatan, staf puskesmas salido, staf puskesmas lumpo di wilayah kerja kecamatan IV jurai.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan percepatan penurunan stunting terintegrasi tahun 2023 di kecamatan IV jurai kabupaten pesisir selatan tahun 2022
Di aula kantor camat IV jurai.
Rembuk Stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah baik tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten/kota untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama sama antar OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non pemerintahan dan masyarakat.
Permasalahan stunting menjadi prioritas pemerintah dikarenakan masalah ini mempengaruhi kualitas sumber daya manusia yakni terhambatnya tumbuh kembang fisik maupun mental anak. Oleh sebab itu , program ini harus dilaksanakan secara konvergen atau terpusat, terpadu, terkoordinasi oleh berbagai lintas sektor.
Rembuk Stunting diselenggarakan dengan agenda acara yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di kecamatan IV jurai. Adapun agenda yang dibicarakan sebagai berikut :
1. Penjelasan mengenai stunting serta
2. Pentingnya keterlibatan dan peran lintas sektor
3. Penyampaian hasil analisis situasi program penurunan stunting
4. Penyampaian dan diskusi rancangan Recana kegiatan
5. Hasil rembuk stunting.
Apa itu STUNTING :
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya.
Apa itu WASTING :
Wasting merupakan sebuah kondisi ketika seorang anak memiliki berat badan rendah sehubungan dengan tinggi badannya. Seorang anak kurus memiliki berat badan rendah namun tinggi yang cukup.
Anak-anak yang mengalami wasting berisiko terkena penyakit parah dan kronis pada usia yang sangat muda. Penyakit ini sebagian besar disebabkan karena kekurangan gizi. Sementara stunting adalah tinggi badan yang rendah untuk berat badan anak, wasting adalah berat badan yang rendah untuk tinggi badan anak.
Apa itu UNDERWEIGHT :
Seperti namanya, kondisi ini terjadi ketika seseorang memiliki berat badan terlalu rendah untuk seusianya. Mengutip Nmamilife.com, kekurangan berat badan dapat mengakibatkan melemahnya sistem kekebalan tubuh serta membuat seseorang yang underweight cenderung selalu merasa lelah dan lesu.
Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan underweight, seperti riwayat keluarga, terlalu banyak melalukan aktivitas fisik, metabolisme tinggi, dan penyakit kronis. Underweight juga bisa terjadi karena mengalami gangguan makan yang memengaruhi cara serta apa yang Anda makan.
5 Pilar Percepatan Pencegahan Stunting
1. Komitmen dan Visi Kepemimpinan Nasional dan Daerah.
2. Kampanye Nasional dan Komunikasi Perubahan Perilaku.
3. Konvergensi, Koordinasi, dan Konsolidasi Program Pusat, Daerah, dan Desa.
4. Ketahanan Pangan dan Gizi.
5. Pemantauan dan Evaluasi.
“Dalam upaya percepatan penurunan stunting perlu komitmen dan juga aksi yang dilakukan dari hulu. kebijakan yang mengatur harus dilakukan mulai pra nikah, kehamilan, masa kehamilan dan masa interval sebagai upaya pencegahan"
Selain itu juga perlu adanya komitmen dan aksi dari semua pihak lintas sektor kecamatan IV jurai untuk bersama-sama mendorong pencegahan dan penurunan angka stunting.
"Dengan adanya komitmen dan aksi yang baik itu dari pemerintah, dan lintas sektor yang terkait, ini mutlak harus dilakukan karena hal ini merupakan kunci keberhasilan dalam pelaksanaan pencegahan stunting".
“Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih” dan semua pihak harus bersinergi, lakukan sosialisasi sedini mungkin untuk mencegah terjadinya stunting".
Hasil rembuk stanting dan musnag di bidang kesehatan :
- Penanggulanangan stunting
- Pembangunan gedung posyandu
- Penambahan PMT untuk ibu hamil dan anak
- Palatihan pencegahan stunting
- Penambahan PMT yandu
- Pengadaan alat-alat kesehatan
- Pelatihan kader-kader nagari
Salam Sehat......
Penulis:
Emmi