Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Puskesmas Tj.Makmur melakukan Otopsi Verbal kepada ibu yang bayinya meninggal dunia pada usia 3 bul

02 Dec 2022 05:51:48 WIB 104x dibaca
Puskesmas Tj.Makmur  melakukan Otopsi Verbal kepada ibu yang bayinya meninggal dunia pada usia 3 bul
Silaut, 22 November 2022. Penanggung Jawab KIA Puskesmas Tanjung Makmur Indrawani,Amd.Keb didampingi Penanggung Jawab KB Yuliastati,Amd.Keb dan Bidan Poskesri Sungai Serik, Srideni Fiolita,Amd.Keb melakukan kegiatan Otopsi Verbal ke salah satu ibu yang bayinya meninggal dunia pada usia 3 bulan di Nagari Sungai Serik Kecamatan Silaut. Otopsi verbal adalah suatu metode untuk mengetahui penyebab kematian melalui wawancara dengan anggota keluarga mengenai tanda-tanda dan gejala-gejala yang muncul sebelum seseorang meninggal, dengan menggunakan kuestioner yang telah terstandar. Tujuan utama otopsi verbal adalah untuk mengidentifikasi jumlah dan penyebab kematian pada masyarakat di mana tidak terdapat atau kurangnya pencatatan angka kematian berdasar sertifikasi medik. Otopsi verbal di Indonesia diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan NOMOR 15 TAHUN 2010N 2009, NOMOR 162 /MENKES/PB/I/2010 pasal 6: Setiap kematian yang terjadi diluar fasilitas pelayanan kesehatan harus dilakukan penelusuran penyebab kematian. Penelusuran penyebab kematian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan metode autopsi verbal. Autopsi verbal sebagimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan oleh dokter. Dalam hal tidak ada dokter sebagimana dimaksud pada ayat (3) autopsi verbal dapat dilakukan oleh bidan atau perawat yang terlatih. Autopsi verbal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) atau ayat (4) dilakukan melalui wawancara dengan keluarga terdekat dari almarhum atau pihak lain yang mengetahui peristiwa kematian. Pelaksanaan autopsi verbal sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dikoordinasikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah setempat. Otopsi verbal dapat dijadikan suatu alternatif terhadap sistem pencatatan angka kematian yang kurang baik pada suatu wilayah. Hal ini disebabkan, selain dapat mengidentifikasi jumlah dan penyebab kematian, otopsi verbal juga dapat memberikan data tentang karakteristik dasar seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, dll orang yang meninggal, serta faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kematian sehingga instansi kesehatan suatu negara dapat menentukan prioritas dan menentukan intervensi yang tepat. Demikian puskesmas Tanjung Makmur melaporkan dari Kecamatan Silaut.

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.