REMBUK STUNTING TINGKAT KABUPATEN PESISIR SELATAN DAN PENANDATANGAN KOMITMEN PERCEPATAN PENURUNAN ST
11 Oct 2022
16:56:37 WIB
80x dibaca
REMBUK STUNTING TINGKAT KABUPATEN PESISIR SELATAN DAN PENANDATANGAN KOMITMEN PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING TERINTEGRASI, RABU 28 SEPTEMBER 2022 DI HOTEL HANNAH PAINAN
Pemerintah Indonesia telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional yang diwujudkan dalam bentuk komitmen memasukkan stunting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penurunan yang cukup signifikan dari kondisi 27,6 persen pada tahun 2019 menjadi kondisi harapan sebesar 14 persen pada tahun 2024. Dalam rangka Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan mendukung Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting maka dilaksanakan Kegiatan Rembuk Stunting tingkat Kabupaten Pesisir Selatan pada hari Rabu Tanggal 28 September 2022 di Hannah Hotel Painan. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Apt. Rudi Hariansyah, SSi selaku Koordinator Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Pesisir Selatan, Sekretaris Daerah Mawardi Roska, S.IP, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat dr. Lila Yanwar, MARS, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan dr. Syahrizal Antoni, Sy, MPH, Kepala Bapedalitbang Hadi Susilo, SSTp, MSi, dan Kepala DPMDKB Zulkifli, SSos.
Kegiatan ini merupakan salah satu dari 8 aksi konvergensi penurunan stunting yaitu aksi 3 dalam bentuk kegiatan Rembuk Stunting Bersama stakeholder terkait penanganan stunting di Pemerintah Daerah. Wakil Bupati menyatakan dalam sambutannya bahwa penurunan angka stunting merupakan tanggung jawab bersama mulai dari OPD di Kabupaten sampai dengan pemerintahan terkecil yaitu nagari. Kehadiran stake holder terkait pada kegiatan ini sebagai bukti komitmennya dalam menyelesaikan permasalahan stunting. Hadir pada kegiatan ini peserta dari Forkompinda Kabupaten Pesisir Selatan, OPD yang terkait penanganan stunting, Camat se Kabupaten Pesisir Selatan, Kepala Puskesmas, wali nagari lokus stunting, juga dari Lembaga non pemerintahan yaitu Forum Kabupaten Sehat, Forum Genre dan Forum Anak Daerah.
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang ditunjukkan salah satunya dengan kondisi tinggi anak lebih rendah daripada anak seusianya. Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak dan akan mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal dan beresiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa.
Penyebab stunting terdiri dari penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Penyebab langsung yang dimaksud adalah masalah gizi yaitu rendahnya asupan gizi dan status Kesehatan anak yang buruk sehingga fokus penurunan stunting menitikberatkan pada penanganaan masalah gizi, faktor yang berhubungan dengan keamanan pangan seperti akses terhadap pangan bergizi (makanan), lingkungan sosial yang terkait dengan praktik pemberian makanan bayi dan anak (pengasuhan), akses terhadap pelayanan Kesehatan untuk pencegahan dan pengobatan (kesehatan), serta Kesehatan lingkungan yang meliputi tersedianya sarana air bersih dan sanitasi (lingkungan). Ibu hamil dengan konsumsi asupan gizi yang rendah dan mengalami penyakit infeksi akan melahirkan bayi dengan Berat Lahir Rendah (BBLR), dan/atau panjang badan bayi di bawah standar. Asupan gizi yang baik tidak hanya ditentukan oel ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh seperti pemebrian kolostrum (ASI yang pertama kali keluar), Inisiasi Menyusui Dini (IMD), pemberian ASI Ekslusif dan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) secara tepat. Selain itu faktorkesehatan lingkungan seperti air bersih dan sanitasi layak serta pengelolaan sampah juga berhubungan erat dengan kejadian infeksi penyakit menular pada anak. Kehidupan anak sejak dalam kandungan ibu hingga berusia dua tahun (1.000 HPK) merupakan masa-masa kritis dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal dan hal-hal tersebut di atas akan sangat mempengaruhi.
Kegiatan REMBUK STUNTING KABUPATEN merupakan sebuah kegiatan dalam rangka mengadvokasi pemangku kebijakan serta lintas sector terkait tentang upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Pesisir Selatan. Tujuan kegiatan ini dalam rangka menyamakan persepsi tentang apa saja yang harus dilakukan dan siapa saja yang menjadi penanggungjawabnya. Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pesisir Selatan dan Berita Acara kesepakatan dan komitmen dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pesisir selatan agar terbentuk generasi yang unggul di masa yang akan datang.
Penulis:
Emmi