Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

UPT Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan Mengadakan Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) bagi

12 Nov 2022 17:14:48 WIB 25x dibaca
UPT Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan Mengadakan Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) bagi
Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Sabtu 12 November 2022 UPT Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan Mengadakan Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) bagi bidan desa ,kader KPM dan kader posyandu. Tempat penyelenggaraan pertemuan ini di bRumah Makan Sari Raso Tapan. Proses Kegiatan Pelatihan ini di buka langsung oleh Kepala puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan Idris SKM, di lanjutkan dengan laporan kepanitiaan oleh TU puskesmas rahul Dewi Sartika STr.Kes dan pemberian Materi dari Narasumber Petugas Pengelola gizi puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan Dewi Anggraini AMG. Pemberian makan yang terlalu dini dan tidak tepat dapat mengakibatkan anak menderita kurang gizi antara lain stunting. Stunting Terjadi karena kekurangan gizi kronis yang di sebabkan oleh kemiskinan, pola asuh dan tempat lingkungan yang mengakibatkan perilaku kognitif tidak berkembang maksimal sehingga mudah sakit dan berdaya saing rendah. Mencegah terjadi masalah stunting tersebut masyarakat perlu di edukasi supaya bmemahami pentingnya gizi bagi ibu hamil dan anak balita. Di indonesia sedang fokus terhadap 1000 Hari Pertama Kehidupan (BPK)yang terhitung dari konsepsi hingga anak berumur 2 tahun yang di katakan masa periodo emas. Oleh Kerna itu Perlu di lakukan sesuatu kegiatan untuk mengintervensi anak dalam 1000 hari pertama kehidupan. Salah Satu Upaya intervensi adalah melalui pelatihan PMBA ini, tujuan nya adalah untuk membekali tenaga kesehatan dan para kader kesehatan dengan pangetahuan, keterampilan dan termasuk praktek pemberian makan pada bayi anak serta ibu hamil secara optimal yang di fokuskan pada pemantauan pertumbuhan, pemberian asi, pemberian makanan pendamping asi. Diharapkan nantinya para peserta yang mengikuti pelatihan dapat menyampaikan informasi tersebut kepada kader kader posyandu lainnya dan masyarakat. Serta Nagari bisa melakukan pelatihan praktek PMBA dengan menjadikan petugas kesehatan bsebagai narasumber. #cegahSTUNTINgpenting

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.