Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

UPT Puskesmas Tarusan laksanakan PanDuRi dan PanDu SeWa : untuk mendukung PASAN MANDE

16 Nov 2022 04:54:13 WIB 31x dibaca
UPT Puskesmas Tarusan laksanakan PanDuRi dan PanDu SeWa : untuk mendukung PASAN MANDE
PanDuRi : Pelayanan Terpadu Ke Nagari PanDu SeWa : Pelayanan Terpadu Kesehatan Siswa Stunting merupakan program prioritas Nasional. Stunting sendiri merupakan salah satu permasalahan gizi yang menjadi perhatian utama dunia termasuk di Indonesia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang mengalami stunting karena kurang gizi pada masa balitanya cenderung memiliki IQ yang rendah dibandingkan dengan anak normal. Tingkat stunting di Indonesia mencapai 24,4%, Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan terdapat 23,3% anak di bawah usia 5 tahun (balita) yang mengalami stunting di Provinsi Sumatra Barat pada 2021. Sementara prevalensi stunting Kabupaten Pesisir Selatan adalah 25,2%. Pada tahun 2022 ini Kabupaten Pesisir Selatan bertekad mencegah stunting dengan jargon PASAN MANDE. Ada 10 item harus dilaksanakan oleh 21 Puskesmas di Kabupaten Pesisir Selatan termasuk Puskesmas Tarusan . Untuk mencapai tujuan PASAN MANDE ini UPT Puskesmas Tarusan sudah melakukan rangkaian kegiatan terintegrasi dan berkolaborasi di lapangan baik ke Nagari maupun ke sekolah. Ke Nagari berupa PANDURI yaitu Pelayanan Terpadu Ke Nagari dan PANDU SEWA yaitu Pelayanan Terpadu Kesehatan Siswa di Sekolah. Dalam melaksanakan PanDuRi ini ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan seperti : 1. Aktifitas fisik berupa senam 2. Pemeriksaan kesehatan, PTM 3. Kelas Ibu Hamil 4. Kunjungan Bayi Baru Lahir 5. Posgizi 6. Germas dan Edukasi Gizi Seimbang 7. Inspeksi Sanitasi dan Pemeriksaan Depot 8. Pemicuan STBM 9. Prolanis 10. Penyuluhan Kesehatan Rangkaian kegiatan ke sekolah untuk PanDu Sewa : 1. Aktifitas fisik, kesehatan olah raga 2. Pemeriksaan kesehatan, Skrining kesehatan, Deteksi dini usia produktif. 3. Pemberian tablet Fe untuk remaja putri 4. Pemeeiksaan Hb 5. Kawasan Tanpa Rokok 6. Germas dan Edukasi Gizi Seimbang 7. Pemantauan Lingkungan Sekolah 8. UKS melalui pendidikan kesehatan dalam trias UKS 9. Penyuluhan tentang kepesertaan BPJS 10. UKS dan UKGS Masih banyak lagi kegiatan - kegiatan yang bisa dilakukan secara terintegraai dan berkolaborasi ini.

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.