Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Petugas Puskesmas Tanjung Makmur melakukan penyuluhan dan skrining Penyakit Frambusia dan Kusta pad

13 Feb 2023 16:03:32 WIB 25x dibaca
 Petugas Puskesmas Tanjung Makmur melakukan penyuluhan dan skrining Penyakit Frambusia dan Kusta pad
Hari Senin tgl 13 Februari 2023 Petugas Puskesmas Tanjung Makmur melakukan penyuluhan dan skrining Penyakit Frambusia dan Kusta pada siswa/i di SDN 03 Silaut. Penyakit Frambusia atau disebut Patek adalah penyakit kulit menular menahun yang kambuhan. Penyebabnya adalah Kuman Treponema Pelidum. Penyakit ini biasanya banyak menyerang anak-anak usia kurang dari 15 tahun. Gejala awal berupa benjolan dikulit (papula) yang tidak sakit dan berbentuk seperti buah arbei dengan permukaan basah tanpa nanah. Gejala ini bisa hilang sendiri tanpa meninggalkan bekas. Penyakit Kusta adalah penyakit menahun yang disebabkan Kuman Kusta Mycobacterium Leprae yang menyerang kulit, saraf tepi, dan jaringan tubuh lain. Penyakit ini menular, untuk gejala awal penyakit ini, terdeteksi ada kelainan pada kulit, berupa bercak putih seperti Panu ataupun bercak kemerahan yang kurang rasa ataupun mati rasa, serta tidak gatal dan tidak sakit sehingga penderita seringkali tidak merasa terganggu. Tim dari Puskesmas melakukan Sreening Penyakit Frambusia dan Kusta kepada siswa/i SDN 03 Silaut yang berjumlah 212 orang. Semua siswa/i dilakukan pemeriksaan dan hasilnya tidak ada yang mengalami penyakit frambusia dan kusta ini. Pada sosialisasi ini disampaikan kepada seluruh siswa/i agar lebih aktif lagi untuk melakukan pencegahan penyakit frambusia dan kusta dengan cara : 1. Menjaga kebersihan diri dengan mandi pakai sabun setiap hari. 2. Cuci pakaian setiap hari dipakai dan tidak bergantian dengan pakaian bekas dipakai penderita. 3. Hindari kontak langsung dengan luka penderita. 4. Segera obati jika ditemukan penderita. 5. Semua orang yang pernah kontak dengan penderita tidak boleh terlewatkan untuk mendapatkan pengobatan.

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.