Puskesmas Air Haji menghadiri Pertemuan Monev P2 Kusta/Frambusia Kabupaten Pesisir Selatan di Triza
27 Sep 2022
17:27:36 WIB
28x dibaca
PERTEMUAN MONEV P2 KUSTA/FRAMBUSIA KABUPATEN PESISIR SELATAN
Air Haji 27 September 2022
Kegiatan hari ini Penanggung Jawab Program Kusta/Frambuasi Fitriani ,Amd.Keb, bersama Penanggung Jawab Program UGD Yanti Amd .Kep.menghadiri Pertemuan Monev P2 Kusta/Frambusia Kabupaten Pesisir Selatan di Triza Hotel Painan.
Frambusia adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi kronis bakteri Treponema pertenue dan umumnya terlihat sebagai lesi pada kulit serta dapat menyebabkan cacat pada tulang.
Adapun tujuan dari pelaksanaan monev ini adalah untuk meningkatkan penemuan penderita, kualitas pelayanan dan tata laksana kasus kusta-frambusia di Kabupaten Pesisir Selatan
Kusta masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Kurang nya pengetahuan serta paradigma yang salah mengenai Bercak yang merupakan salah satu tanda penyakit kusta adalah hal yang biasa dan tidak perlu segera diobati.
Melalui pertemuan ini adalah sebagai upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kusta di Masyarakat, dan memberikan pemahaman yang benar dalam deteksi dini penyakit kusta sehingga dapat mencegah kecacatan akibat penyakit kusta.
Salah satu penyebab masih terdapatnya penemuan penderita kusta karena masih kurangnya pelaksanaan penyuluhan kelompok dan pengelola program yang terlatih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan Program Pengendalian Penyakit Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas dan meningkatkan rasa kepemilikan dan komitmen pemegang program kusta terhadap P2 Kusta di Wilayahnya.
Masalah yang dimaksud bukan hanya dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan nasional. Penyakit kusta pada umumnya terdapat di negara-negara yang sedang berkembang sebagai akibat keterbatasan kemampuan negara tersebut dalam memberikan pelayanan yang memadai dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial ekonomi pada masyarakat.
Untuk Menurunkan beban kusta ini maka di butuhkan :
• Komitmen kebijakan untuk memfasilitasi dan mengalokasikan sumber daya yang memadai.
• Pengelola program yang terlatih.
• Cakupan kegiatan yang optimal serta berkesinambungan pengobatan yang teratur, penanganan komplikasi dan rujukan serta pengelolahan pencatatan dan pelaporan yang baik.
Hasil dari laporan para pengelola program di setiap puskesmas masih terdapat penderita kusta maka dari itu Seksi P2PM mengevaluasi program kusta dengan melakukan pendekatan sistem, yang dimana dinilai dari input, proses, output, dan outcome serta lingkungan. Cakupan yang dinilai untuk mengevaluasi program pengendalian penyakit kusta di Puskesmas ialah meliputi Prevalensi rate, Angka penemuan penderita baru, Angka kesembuhan (RFT) MB, Proporsi cacat tingkat 2, Proporsi penderita anak, Proporsi MB, Cakupan penyuluhan kelompok, dan Cakupan pencatatan dan pelaporan 100%. Berdasarkan perbandingan nilai cakupan dengan tolak ukur didapatkan masalah tingginya angka penemuan penderita baru, dan tidak ada pelaksanaan penyuluhan kelompok.
Salam Sehat
Terima Kasih
Penulis:
Emmi