Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Puskesmas Kayu Gadang hadiri Pertemuan Monev P2 Kusta/Frambusia Kabupaten Pesisir Selatan di Triza

28 Sep 2022 23:24:31 WIB 25x dibaca
 Puskesmas Kayu Gadang hadiri Pertemuan Monev P2 Kusta/Frambusia Kabupaten Pesisir Selatan di Triza
PERTEMUAN MONEV P2 KUSTA/FRAMBUSIA KABUPATEN PESISIR SELATAN Kayu Gadang, 27 September 2022 Kegiatan hari ini Penanggung Jawab Program Kusta/Frambuasi Nevi Nelvita bersama Penanggung Jawab Program UGD Elidarnis menghadiri Pertemuan Monev P2 Kusta/Frambusia Kabupaten Pesisir Selatan di Triza Hotel Painan. Frambusia adalah penyakit menular langsung antar manusia yang disebabkan oleh infeksi kronis bakteri Treponema pertenue dan pada umumnya terlihat sebagai lesi pada kulit serta dapat menyebabkan cacat pada tulang. Meskipun Frambusia bukan penyakit menular yang menjadi KLB di saat ini, namun tetap perlu meningkatkan tindakan dan kewaspadaan. Adapun tujuan dari pelaksanaan monev ini adalah untuk meningkatkan penemuan penderita, kualitas pelayanan dan tata laksana kasus kusta-frambusia di Kabupaten Pesisir Selatan Kusta masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Kurang nya pengetahuan dan paradigma yang salah mengenai Bercak yang merupakan salah satu tanda penyakit kusta adalah hal yang biasa dan tidak perlu segera diobati menjadi tantangan dalam pengendalian penyakit kusta di masyarakat. Melalui pertemuan ini adalah sebagai upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kusta di Masyarakat, dan memberikan pemahaman yang benar dalam deteksi dini penyakit kusta sehingga  dapat mencegah kecacatan akibat penyakit kusta. Salah satu penyebab masih terdapatnya penemuan penderita kusta karena masih kurangnya pelaksanaan penyuluhan kelompok dan pengelola program yang terlatih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan Program Pengendalian Penyakit Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas dan meningkatkan rasa kepemilikan dan komitmen pemegang program kusta terhadap P2 Kusta di Wilayahnya.  Masalah yang dimaksud bukan hanya dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan nasional. Penyakit kusta pada umumnya terdapat di negara-negara yang sedang berkembang sebagai akibat keterbatasan kemampuan negara tersebut dalam memberikan pelayanan yang memadai dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial ekonomi pada masyarakat. Untuk Menurunkan beban kusta ini maka di butuhkan : • Komitmen pengambil kebijakan untuk memfasilitasi dan mengalokasikan sumber daya yang memadai. • Pengelola program yang terlatih. • Cakupan kegiatan yang optimal serta berkesinambungan (pengelola Kontrak dari Index Cases, RVS di desa endemis, pengobatan yang teratur, penanganan komplikasi dan rujukan serta pengelolaan pencatatan dan pelaporan yang baik. Hasil dari laporan para pengelola program di setiap puskesmas masih terdapat penderita kusta maka dari itu Seksi P2PM mengevaluasi program kusta dengan melakukan pendekatan sistem, yang dimana dinilai dari input, proses, output, dan outcome serta lingkungan. Cakupan yang dinilai untuk mengevaluasi program pengendalian penyakit kusta di Puskesmas ialah meliputi Prevalensi rate, Angka penemuan penderita baru, Angka kesembuhan (RFT) MB, Proporsi cacat tingkat 2, Proporsi penderita anak, Proporsi MB, Cakupan penyuluhan kelompok, dan Cakupan pencatatan dan pelaporan 100%. Berdasarkan perbandingan nilai cakupan dengan tolak ukur didapatkan masalah tingginya angka penemuan penderita baru, dan tidak ada pelaksanaan penyuluhan kelompok. Salam Sehat Terima Kasih

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.