Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Sosialisasi Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAFZA) bagi remaja Dan HIV/AIDS bagi

02 Oct 2019 21:03:29 WIB 354x dibaca
 Sosialisasi Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAFZA) bagi remaja Dan HIV/AIDS bagi

Painan-Senin (30/9), petugas puskesmas salido melakukan Sosialisasi Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAFZA) bagi remaja Dan HIV/AIDS bagi remaja di wilayah kerja Puskesmas Salido di Hotel Triza Painan.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Puskesmas Drg Adriyani Salido dan Petugas Puskesmas Salido Jumlah peserta terdiri dari 33 orang remaja yang menjadi narasumber dokter Puskesmas Salido dan petugas Puskesmas Salido.

NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. Pengertian NAPZA secara umum adalah semua zat kimiawi yang jika dimasukkan ke dalam tubuh manusia, baik secara oral (diminum, dihisap, dihirup dan disedot) maupun disuntik, dapat mempengaruhi kejiwaan/ psikologis dan kesehatan seseorang, serta menimbulkan kecanduan atau ketergantungan.
berdasarkan data BNN dan universitas Indonesia (2017) penyalahgunaan narkoba di Indonesia di 34 Propinsi sebanyak 3,3 juta orang. Dari angka tersebut, ada sekitar 800 ribu (23,7%) penyalahgunaan yang berasal dari lingkungan pendidikan. Dari karakteristik pecandu, ada sekitar 44% pecandu baru.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, kekebalan tubuh akan semakin lemah, sehingga rentan diserang berbagai penyakit.

Infeksi HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.
Sampai saat ini belum ada obat untuk menangani HIV dan AIDS. Akan tetapi, ada obat untuk memperlambat perkembangan penyakit tersebut, dan dapat meningkatkan harapan hidup penderita.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, terdapat lebih dari 40 ribu kasus infeksi HIV di Indonesia. Dari jumlah tersebut, HIV paling sering terjadi pada heteroseksual, diikuti lelaki seks lelaki (LSL), dan pengguna NAPZA suntik (penasun). Di tahun yang sama, lebih dari 7000 orang menderita AIDS, dengan jumlah kematian lebih dari 800 orang.

Oleh sebab itu perlu nya deteksi dini dan perlu nya sosialisa ini dilakukan di kalangan remaja untuk memberikan pengetahuan yg luas yang berkaitan dengan Nafza dan HIV/AIDS.

Penulis: Hendri

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Share :

Kategori

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.