Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Kab Pessel di dampingi Kepala Dinas Kesehatan PPKB Lounching Inovasi Dinas Kesehatan PPKB Nagari ZESTA (Nagari Zero Stunting) di lapangan pasar Koto Berapak Kenagarian Koto Berapak dalam Pergerakan Germas Cegah Stunting
Lounching Inovasi Nagari Zesta ( Zero Stunting) juga dihadiri oleh Camat Kecamatan Bayang , Kepala Puskesmas Koto Berapak, Puskesmas Pasar Baru , Puskesmas Tarusan, Puskesmas Salido dan Puskesmas Barung Barung Belantai
Inovasi Nagari Zesta merupakan program strategis dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat.
Program inovatif ini di lounching oleh Ketua TP Posyandu Kabupaten Pesisir Selatan, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr., sebagai langkah nyata dan terintegrasi untuk mempercepat penurunan angka stunting hingga mencapai titik nol (zero stunting) di tingkat nagari (desa).
Hal - hal penting terkait peluncuran dan pelaksanaan inovasi :
1. Fokus pada Tujuan Nagari ZESTA
Target Nol Stunting: Menggerakkan seluruh elemen di tingkat pemerintahan nagari untuk memantau, mencegah, dan mengintervensi kasus stunting agar tidak ada lagi kasus baru (new stunting cases).
Integrasi Layanan: Inovasi ini disinergikan dengan program Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) dan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) untuk memastikan pelayanan kesehatan menyentuh seluruh siklus hidup masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi, hingga balita.
2. Sinergi Kader posyandu dan Tenaga Kesehatan
Sebagai Ketua TP- Posyandu, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni menekankan pentingnya peran aktif para kader Posyandu di lapangan.
Kader posyandu menjadi ujung tombak bersama tenaga kesehatan dalam:
Melakukan pendataan dan penyisiran sasaran di tingkat nagari.
Memberikan edukasi terkait pola asuh, konsumsi makanan bergizi seimbang, dan pemanfaatan pangan lokal.
Mendukung program pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi balita.
3. Dukungan Lintas Sektor
Peluncuran inovasi Nagari ZESTA ini didukung penuh oleh jajaran pemerintah daerah, mulai dari Asisten Pemerintahan dan Kesra, camat, wali nagari, hingga pihak eksternal seperti perbankan (Bank Nagari & BRI) dan organisasi masyarakat untuk memastikan program berjalan berkelanjutan.
Melalui gerakan kolektif ini, Kabupaten Pesisir Selatan berkomitmen penuh mewujudkan program unggulan daerah seperti Nagari Sehat demi mencetak generasi masa depan Pessel yang kuat, cerdas, dan bebas stunting tahun 2045
Penulis: myarsih icit