BULAN PENIMBANGAN MASSAL DAN PEMBERIAN VITAMIN A DI UPT PUSKESMAS PASAR BARU
15 Aug 2024
11:01:04 WIB
32x dibaca
Kegiatan ini di laksanakan di posyandu oleh petugas gizi , Govinda Flananta, S.Gz dan Shafira Noveralda AMD.Gz, Pembangunan kesehatan menjadi Investasi utama untuk pengembangan Sumber Daya Manuasia (SDM) Indonesia. Bangsa yang unggul tentunya tak terlepas dari berkualitasnya SDM yang ada. Status gizi dan kesehatan termasuk indikator SDM Unggul di suatu negara. Oleh karena itu, pemenuhan gizi untuk menciptakan generasi yang sehat di masa depan sangat diperlukan. Saat ini masalah kekurangan gizi di Indonesia masih cukup tinggi baik masalah gizi kurang (underweight), pendek (stunting) maupun kurus (wasting). Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi di dalam kandungan hingga usia dua tahun atau pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sehingga perlu dilakukan kegiatan pemantauan dan pertumbuhan pada balita dan pemantauan perkembangan minimal dua kali setahun serta penanggulangan masalah gizi lainnya melalui pendekatan 1000 HPK. Pemantauan pertumbuhan pada balita di Posyandu juga merupakan bagian dari strategi untuk menurunkan prevalensi masalah gizi dalam sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024. Terkait dengan upaya tersebut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan penyelenggaraan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan setiap bulan Februari dan bulan Agustus bertepatan dengan Bulan Pemberian Vitamin A.
Vitamin A merupakan vitamin yang sangat penting bagi tubuh untuk meningkatkan kinerja organ tubuh terutama mata. Untuk itu, setiap bulan Februari dan Agustus dilakukan pembagian Vitamin A pada balita dan anak-anak usia 6 (enam) bulan hingga 5 (lima) tahun. Program tersebut diutamakan pada Posyandu karena lebih mudah dalam menjangkau masyarakat. Pembagian Vitamin A terbagi menjadi dua, yakni kapsul biru untuk balita usia 6-11 dengan dosis 100.000 IU dan kapsul merah untuk anak usia 12 bulan hingga 5 (lima) tahun dengan dosis 200.000 IU
Keberhasilan pengelolaan Posyandu memerlukan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, baik dukungan moril, materil, maupun finansial. Selain Itu diperlukan adanya kerjasama, tekanan dan pengabdian para pengelolanya. Apabila kegiatan Posyandu terselenggara dengan baik, maka akan memberikan kontribusi yang besar dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi dan anak balita.
Salam Pasar Baru sehat!
Penulis:
myarsih icit