Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

DETEKSI DINI GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL PADA ANAK SEKOLAH Puskesmas Rahul, Selasa, 2-2-2023

10 Feb 2023 22:06:46 WIB 44x dibaca
DETEKSI DINI GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL PADA ANAK SEKOLAH   Puskesmas Rahul,  Selasa, 2-2-2023
DETEKSI DINI GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL PADA ANAK SEKOLAH Puskesmas Rahul, Selasa, 2-2-2023 Gangguan kesehatan pada anak mungkin hal yang sulit untuk dideteksi oleh orangtua. Hal ini mengakibatkan anak tidak mendapatkan perawatan dan bantuan yang mereka butuhkan. GME (Gangguan Mental Emosional), mengetahui secara dini masalah kesehatan Mental, Perilaku, dan Emosional seseorang, termasuk pada anak sekolah. Program kesehatan jiwa & NAPZA di Puskesmas Rahul dengan petugas Ns. Halia Darmayanti, S.Kep & Devia Yesnita, Amd. kep membagi kuesioner SRQ (usia 11-18 tahun) pada siswa SMPN 1 Ranah Ampek Hulu Tapan. Siswa yg di Skrining berjumlah 111 siswa. Sejumlah pakar ataupun komunitas kesehatan mental di Indonesia cukup khawatir dengan banyaknya anak yang berjuang dengan gangguan kesehatan mental yang tidak terdeteksi. Gejala gangguan kesehatan mental pada anak sering kali dianggap sebatas masalah perilaku. Kurangnya pengetahuan orangtua mengenai gangguan kesehatan mental menyebabkan anak tidak tahu bagaimana mengatasinya. Berikut adalah beberapa tanda yang harus diperhatikan orangtua agar dapat mendeteksi gangguan kesehatan mental pada anak: 1. Sering terlihat sangat sedih atau menarik diri dari lingkungan keluarga dan pertemanan. Mengalami ketakutan luar biasa yang tanpa alasan. 2. Terlibat dalam perkelahian, menggunakan senjata, atau menyakiti orang lain. 3. Menurunnya prestasi akademik secara drastis. 4. Berniat menyakiti diri sendiri atau mempunyai keinginan untuk bunuh diri. 5. Mengalami gangguan makan. Tidak makan, memuntahkan makanan, atau menggunakan obat pencahar untuk menurunkan berat badan. 6. Tidak memiliki minat untuk melakukan kegiatan sehari-hari. 7. Kesulitan dalam berkonsentrasi. 8. Penyalahgunaan zat (rokok, narkoba, dan alkohol beruang kali). 9. Perubahan suasana hati (mood) yang ekstrem. 10. Perubahan drastis pada perilaku atau kepribadian. Gejala ini perlu orangtua dan pihak lainnya (keluarga, guru di sekolah, dokter, ataupun teman) ketahui. Tujuannya agar memudahkan orangtua, guru, dokter, dan orang lain yang berhubungan dengan anak mengetahui kapan mereka harus mengambil langkah untuk memberikan bantuan dan perawatan. Semua gejala tersebut telah dituangkan pada kuesioner GME. Petugas akan menganalisis hasil dari jawaban siswa. Stelah itu, dikelompokkan hasilnya untuk menentukan apakah seseorang itu ada masalah baik pribadi, maupun masalah lainnya. Masalah ini dapat menyebabkan sesorang mengalami gangguan mental emosional (GME). Pasien akan ditindaklanjuti oleh petugas Puskesmas.

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.