Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan Melakukan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak bal

09 Aug 2022 21:02:33 WIB 32x dibaca
Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan Melakukan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak bal
Kolaborasi Seksi Promkes dan Seksi Kesga Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan Melakukan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak balita dan publikasi angka stunting kabupaten/kota melalui pembinaan posyandu dan kader di wilayah kerja Puskesmas Surantih, di Nagari Aur Duri dan Nagari Rawang Gunung Malelo Kegiatan yang di laksanakan oleh team kabupaten bersama team puskesmas di Posyandu adalah melihat pelaksanaan hari buka posyandu dimana pelaksanaan posyandu belum menerapkan 5 langkah yang harus ada di posyandu seperti penyuluhan yang belum optimal dilaksanakan , kekurangan pengetahuan kader terhadap posyandu serta sarana prasarana posyandu yang tidak memadai. Saran yang diberikan kepada kader adalah lebih serius dalam melaksanakan pelayanan di posyandu karena masih ada kader yang cuma sekedar melakukan pelayanan tanpa mengetahui tindakan apa yang di lakukan selanjut nya dan juga meminta kepada kader posyandu untuk melengkapi buku2 yang harus dan wajib ada di posyandu serta mengisinya secara lengkap setiap bulan Kepada petugas promkes dan gizi, untuk lebih melakukan pembinaan yang berkualitas terhadap pelayanan posyandu, guna menurunkan angka sunting di Kabupaten Pesisir Selatan Saran Kepada wali nagari agar melaksanakan penyegaran kader posyandu untuk meningkatkan pengetahuan kader minimal 2 x dalam setahun terutama pada kader yang baru Stunting merupakan masalah kesehatan global yang disebabkan oleh multifaktor mulai dari ibu, anak, lingkungan tempat tinggal hingga fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan. Tenaga promosi kesehatan masyarakat berperan dalam memberikan informasi dan edukasi terkait faktor resiko stunting, gizi selama kehamilan hingga pasca melahirkan. Edukasi yang baik akan meningkatkan pengetahuan ibu, sehingga dapat menerapkan asupan nutrisi baik kepada anak. Hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan adalah faktor utama pencegahan stunting, karena ibu adalah memegang peranan penting dalam keluarga. Banyak faktor risiko yang mempengaruhi stunting. Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor malnutrisi yang dialami ibu hamil dan anak balita, akan tetapi peran tenaga promosi kesehatan masyarakat dalam memberikan informasi dan edukasi serta upaya pemberdayaan wanita, khususnya ibu sangat penting dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Pesisir Selatan Upaya Pencegahan Stunting di Posyandu dapat dilakukan dengan : 1. Optimalisasi Peran Posyandu Melalui Program Kemitraan Masyarakat. 2. Meningkatkan pengetahuan ibu balita dengan pengoptimalan penyuluhan di posyandu 3. Keanekaragaman pemberian makanan tambahan di posyandu Mari sama sama kita kawal Inovasi BERANTAS STUNTING Melalui PASAN MANDE untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Pesisir Selatan Aksi #7 Melakukan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak balita dan publikasi angka stunting kabupaten/kota.

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.