Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Dinkes Pessel Bagikan Kelambu Untuk Ibu Hamil

28 Aug 2021 22:23:52 WIB 135x dibaca
Dinkes Pessel Bagikan Kelambu Untuk Ibu Hamil

PAINAN-Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan melalui Penanggung Jawab Program Malaria  Zaldi (Aciak) membagikan sebanyak 50 kelambu untuk ibu hamil di Nagari Bungo Pasang I, II dan III, sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit malaria.(Rabu, 25/08/2021)    

Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Malaria ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles). Tempat perindukan malaria ada di sekitar kita, di air payau, parit-parit, dan laguna.

Penggunaan kelambu berinsektisida atau kelambu poles, telah direkomendasikan oleh WHO sejak November 2004. Insektisida yang digunakan pada kelambu aman bagi manusia dan telah digunakan oleh banyak negara. Di Indonesia, insektisida dari kelompok piretroid yang dianjurkan dalam program pengendalian malaria adalah permethrin, deltamethrin, dan lambdacyhalothrin. Insektisida yang digunakan pada kelambu yang didistribusikan ke masyarakat  Dinas Kesehatan adalah Deltametrin dan permethrin.

Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Satria Wibawa, M.Kes ketika diwawancarai mengatakan  "Penggunaan kelambu berinsektisida akan melindungi ibu hamil dari gigitan nyamuk sehingga mengurangi anemia dan kematian ibu, mengurangi BBLR, menurunkan kematian bayi baru lahir, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan selama kehamilan".

Penggunaan kelambu berinsektisida menjadi salah satu cara efektif mencegah terjadinya penyakit malaria. Menurut WHO (2007) penggunaan kelambu berinsektisida di beberapa negara di Benua Afrika telah berhasil menurunkan angka kesakitan malaria rata-rata 50%, menurunkan angka kelahiran bayi dengan berat badan kurang rata-rata 23%, menurunkan angka keguguran pada kehamilan pertama sampai keempat sebesar 33%, menurunkan angka parasitemia pada plasenta dari seluruh kehamilan sebesar 23%.

Penulis: Hendri

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Share :

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.