Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Dinkes Pessel Lakukan Pertemuan Pembinaan Kader KPM

27 Aug 2021 22:23:38 WIB 282x dibaca
Dinkes Pessel Lakukan Pertemuan Pembinaan Kader KPM

Painan-Kabupaten Pesisir Selatan merupakan salah satu Kabupaten/ Kota Lokus kegiatan Intervensi Stunting, sesuai SK.Bappenas No.KEP.42/M.PPN/HK/04/2020, daerah perluasan lokus stunting.

Stunting merupakan gagal tumbuh pada anak Balita yang disebabkan karena kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi yang berulang, kedua faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola makan ,pola asuh dan pola hidup bersih yang tidak memadai teruatama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Akibat dampak yang timbul dari stunting ini akan mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini akan berisiko yaitu menurunnya produktivitas anak pada saat dewasa. Oleh karena itu penurunan stunting ini harus dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang  merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan dr. H. Satria Wibawa, M.Kes dalam pembukaan acara Pertemuan Pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) (Rabu, 25/08/2021) bertempat di Hotel Hannah Painan didampingi oleh Kabid Kesmas Donny Tayes, SKM.MM dan Kasi Kesga Gizi Dewita, SKM.M.Biomed mengatakan "Prevalensi stunting di Kabupaten Pesisir Selatan pada tahun 2019 = 12,0%, tahun 2020 sebesar 11,8% (e-PPGBM).

"Pada hasil penimbangan bulan Pebruari angka stunting mengalami kenaikan yaitu 12,60 %. Hal ini banyak faktor yang mempengaruhi antara lain saat ini pandemi yang sedang melanda Indonesia. Upaya percepatan pencegahan stunting akan lebih efektif apabila intervensi gizi spesifik dan intervensi sensitif dilakukan secara konvergensi. Konvergensi penyampaian layanan membutuhkan keterpaduan proses perencanaan, penganggaran dan pemantauan program/ kegiatan pemerintah secara lintas sektor untuk memastikan tersedianya setiap layanan kepada sasaran prioritas untuk kelompok masyarakat terutama masyarakat miskin" Ujar Kadis

Lebih lanjut dr Satria menjelaskan bahwa Kegiatan pembinaan KPM merupakan satu rangkaian penting dari 8 Aksi percepatan penurunan stunting yang tidak boleh terlewatkan.  Konvergensi Aksi 5 Pembinaan KPM yang kita laksanakan saat ini.

"Dinas Kesehatan Pesisir Selatan akan melaksanakan pembinaan untuk semua KPM nagari sebanyak 182 nagari yang ada di Kab.Pesisir Selatan. Pembinaan KPM bertujuan agar KPM memahami tugas dan fungsi dalam pencegahan stunting dinagari  di Kab.Pesisir Selatan, sebagai ujung tombak yang berada ditengah masyarakat terutama sasaran rumah tangga 1000 HPK yang dapat memastikan setiap sasaran mendapat layanan yang berkualitas" Ungkap dr. Satria

Harapan Kadis pertemuan ini dapat bermanfaat bagi kader KPM dalam melaksanakan tugas dan peran sebagai KPM dalam penanganan stunting di Kab.Pesisir Selatan. 

 

Penulis: Hendri

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Share :

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.