Painan-Saat ini pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah on the track dalam upaya eliminasi malaria pada 2030. Pada tahun 2016 jumlah kab/kota eliminasi malaria sebanyak 247 dari target 245. Pada 2017 pemerintah berhasil memperluas daerah eliminasi malaria yakni 266 kabupaten/kota dari target 265 kabupaten/kota. Sementara tahun ini ditargetkan sebanyak 285 kabupaten/kota yang berhasil mencapai eliminasi, dan 300 kabupaten/kota pada 2019.
Selain itu, pemerintah pun menargetkan tidak ada lagi daerah endemis tinggi malaria di 2020. Pada 2025 semua kabupaten/kota mencapai eliminasi, 2027 semua provinsi mencapai eliminasi, dan 2030 Indonesia mencapai eliminasi.
Dalam rangka mencapai eliminasi malaria di Kabupaten Pesisir Selatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan melakukan Mass Blood Survey (MBS) atau pemeriksaan darah massal untuk memastikan penyakit malaria tidak terjadi terhadap warga masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan dimulai tanggal 24 s/d 28 Agustus 2021 dengan jumlah sampel 306.
Keterangan Pemegang Program Malaria Zaldi (Aciak Zaldi) Jumlah sampel darah diambil sebanyak 306 sampel diambil dibeberapa lokasi yaitu di Nagari Bungo Pasang I, II, III dan Painan Utara.
"Alhamdulillah hasilnya semuanya non reaktif" Ujar Aciak dengan senyum sumringahnya
Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan dr. H. Satria Wibawa, M.Kes mengatakan bahwa kita di Kabupaten Pesisir Selatan berdasarkan pantauan sejak tahun 2018, 2019, dan 2020 sudah tidak ditemukan kasus malaria.
"Tentu saja dengan hasil MBS ini kita sudah bisa untuk persiapan eliminasi malaria tahun 2021" Ujar Kadis.
Penulis: Hendri