Painan- Program Interensip Dokter Indonesia (PIDI) merupakan tahap pelatihan keprofesian praregistrasi berbasis kompetensi primer bagi calon dokter yang telah lulus kualifikasi dan uji kompetensi kedokteran yang telah mereka tempuh selama pendidikan. Program Internsip Dokter Indonesia dilaksanakan selama satu tahun sebagai syarat untuk mendapatkan kewenangan praktek bagi dokter yang telah lulus pendidikan.
Hasan Basri, S.Kep Kasie SDMK Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan menerima 15 peserta Program Dokter Intership Indonesia (PIDI) Tahun 2021 di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan Senin (23/08/2021). Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Satria Wibawa, M.Kes, di dampingi Kepala Bidang SDK Jafriwandi, SKM, MT dan hadir Kepala Puskesmas Surantih Harry Masrizal, SKM salah satu Puskesmas yang ditunjuk ditempati peserta PIDI sebagai tempat internshipnya.
"Peserta PIDI ini akan ditempatkan di RSUD Dr, Muhammad Zein Painan,Puskesmas Salido, Puskesmas Pasar Baru, Puskesmas Kambang dan Puskesmas Surantih" Ujar Hasan Basri
“Selamat datang di Kabupaten Pesisir Selatan para peserta Program Dokter Internship Indonesia Tahun 2021”, sambut dr. Satria Wibawa dalam pertemuan penerimaan peserta PIDI di Aula Dinkes Kabupaten Pesisir Selatan. Beliau menghimbau kepada seluruh peserta agar dalam kurun waktu enam bulan ini manfaatkan sebaik-baiknya.
“Peroleh ilmu dan ketrampilannya bersama Dokter Pendamping dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Lakukan kewajiban-kewajiban yang menjadi tugas para peserta PIDI. "Selamatkan diri sendiri sebelum menyelamatkan orang lain”, himbau dr. Satria kepada seluruh peserta.
"Imbauan ini disampaikan Kadis mengingat pandemi global Covid 19 ini belum berakhir, Virus ini sangat mudah tertular. Telah banyak korban akibat virus ini, oleh karena itu patuhilah protokol kesehatan. Jangan sampai rencana awal kita yang akan menolong orang tetapi akhirnya kita yang ditolong orang" tegas Kadis
Begitupula Kadis meminta kepada peserta PIDI untuk membantu Puskesmas melakukan pencegahan Covid 19 dengan 3 T (Testing, tracing, dan treatment). Seharusnya 1 orang yang terkena Covid 19 ada 10 - 15 orang yang dilakukan testing. Namun kondisi kita di kabupaten Pesisir Selatan baru mencapai 4 orang.
Harapan Kadis tentunya agar Para Dokter ini melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan penuh cinta, agar baik hasilnya, dan tidak mudah panik dalam menghadapi situasi apapun dalam hubungannya terkait pelayanan kesehatan masyarakat dan sharing dengan Dokter Pendamping agar ilmu yang didapat semakin bertambah.
Pada sesi pengarahan dari Kabid SDK Jafriwandi,SKM.MT meminta Kasi SDMK untuk membantu pengurusan SIP peserta PIDI agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan SIP juga akan bisa dipakai sebagai pertanggungjawaban terhadap klaim BPJS.
Kabid SDK juga menyampaikan bahwa seluruh peserta PIDI sebelum datang ke Kabupaten Pesisir Selatan sudah dilakukan Vaksinasi dan Swab.
Penulis: Hendri