Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Duplikasi Nagari Germas di Kabupaten Pesisir Selatan

20 Oct 2019 12:42:19 WIB 652x dibaca
Duplikasi Nagari Germas di Kabupaten Pesisir Selatan

Painan-Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dengan tema Pendekatan kebudayaan dan pola kemitraan Germas dalam mewujudkan Indonesia Sehat di Nagari Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan telah berakhir (Senin, 14/10/2019).

Dalam acara mini lolakarya dengan tema “Duplikasi Nagari Germas” di Ruang rapat Bupati Pesisir Selatan dihadiri oleh Sekda Pessel Erizon, TIM Fakultas Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta diketuai Yuli Amran, Asisten I Muskamal, Kepala Dinas Kesehatan Pessel diwakili Sekretaris Dinkes Yuni Andra, Kabid Kesmas Donny Tayes, kepala OPD dilingkup Pemda Pessel, perwakilan Kemenag Pessel, Perwakilan Bank Nagari, BRI, Camat Tarusan, Perwakilan Tm PKK Pessel, Walinagari Nanggalo, Ketua (Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ketua Forum Germas Nagari Nanggalo dan sejumlah tokoh masyarakat Nanggalo.

Dalam sambutannya Sekda Pessel Erizon mengatakan “Germas sudah menjadi gerakan massal di Kabupaten Pesisir Selatan kita sambut baik kegiatan ini. Kami meminta Tim Fakultas Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif  Hidayatullah Jakarta untuk memberikan masukan-masukan kepada Pemda Pessel terkait dengan Germas, kita akan duplikasikan di Nagari-Nagari lain dengan pola yang sama yang sudah direplikasikan.

“Kami Pemda Pessel  mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif  Hidayatullah Jakarta dan Universitas Baiturrahmah yang sudah bersusah payah, yang sudah mencoba mendorong transformasi budaya hidup yang lebih baik daripada yang tidak berpola Germas” Ujar Erizon

“Terima kasih dan mudah-mudahan ini menjadi ibadah, kami juga mengharapkan UIN Syarif  Hidayatullah Jakarta tetap melanjutkan kegiatan ini untuk masa yang akan datang, saya merasa kaget UIN memilih Nanggalo karena UIN Syarif  Hidayatullah Jakarta jauh dari lokasi ini, ini pasti sudah ditelusuri melalui data-data sehingga dipilihnya Nagari Naggalo” ucap Sekda

Menurut Yuli Ketua Tim Fakultas Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif  Hidayatullah Jakarta dalam sambutannya  Nagari Nanggalo adalah satu Nagari yang dijadikan replika untuk menjalankan Germas projekt ini dilakukan dengan sistem  Bootom Up.

“Banyak program-program selama ini telah dilakukan  pemerintah dengan sisitem Top Down dengan inisiatif dari penyelenggara setelah itu masyarakat disuruh menjalankan sistem yang sudah dilacak, hal-hal seperti itu tidak akan berjalan lebih lama. Karena masyarakat tidak dilibatkan dalam mengidentifikasi permasalahan yang ada didaerahnya mereka dan mencoba memikirkan bagaimana solusi yang lebih baik. Dengan sistem Bootom up masyarakat diperdayakan untuk mengindetifikasi, mencari solusi sendiri dan selanjutnya menyusun program kerja yang bisa mereka kerjakan yang cara sederhana dan lebih efektif” kata Yuli

“Selain itu kegiatan ini dilakukan juga dengan pendekatan budaya sehingga kita bisa masuk melalui pintu-pintu yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat, sehingga masyarakat merasa tidak dirubah padahal mereka sedang kita intervensi. Kami juga menggunakan pola kemitraan karena masyarakat sangat komplek sehingga tidak bisa dikerjakan oleh satu sektor saja, tetapi harus melibatkan banyak sektor” ujar Yuli.

Harapan Yuli "agar Nagari Germas yang sudah berjalan di Naggalo dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan dapat diduplikasi diseluruh kabupaten Pesisir Selatan, kami akan selalu mensuport kegiatan ini "

Terakhir Yuli melaporkan bahwa sebagai output dari proyek ini adalah :

  1. Terbentuk kerjasama yang saling bersinergis.
  2. Terciptanya aksi GERMAS yang berkelanjutan dengan terbentuknya forum aksi GERMAS sampai ke tingkat kabupaten
  3. Peningkatan pengetahuan para tokoh masyarakat (tokoh adat, tokoh agama dan insan cendekia) sebagai aktor pembentuk opini dan tindakan sosial masyarakat desa terkait aksi GERMAS.
  4. Terciptanya media promosi kesehatan yang efisien dan efektif. 
  5. Terciptanya model pendekatan implementasi aksi GERMAS yang melibatkan masyarakat langsung, pemerintah daerah, perusahaan dan media secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Penulis: Hendri

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Share :

Kategori

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.