Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA REMAJA DI SMAN 1 PANCUNG SOAL

18 Jul 2022 19:45:58 WIB 47x dibaca
EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA REMAJA DI SMAN 1 PANCUNG SOAL

Senin, 18 Juli 2022 
EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA REMAJA DI SMAN 1 PANCUNG SOAL 

kegiatan edukasi gizi seimbang pada remaja ini dilaksanakan oleh petugas promosi kesehatan Puskesmas Inderapura dengan sasaran seluruh siswi di SMA 1 pancung soal kelas X sebanyak 127 siswi. 
Remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa anak-anak dan dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO adalah 12 – 24 tahun. Tingginya aktivitas fisik dan aktivitas otak ditambah lagi dengan masa  pertumbuhan yang sedang terjadi, harus dibarengi oleh konsumsi makanan yang cukup. Sering kali, pada usia remaja terjadi peningkatan nafsu makan yang besar. Namun, sebetulnya tidak ada makanan yang tidak boleh dimakan, selama makanan itu memang sehat dan bergizi serta tidak berlebihan. Jika diibaratkan tubuh kita ini seperti gadget, asupan makanan adalah chargernya yang akan mensuplai energy ke baterai tubuh yang dikenal dengan kalori.

"Cara mencharger paling baik untuk tubuh kita dalam satu porsi makanan yaitu dengan Pedoman Gizi Seimbang. Adapun 5 jenis makan yang perlu dikonsumsi remaja yaitu Karbohidrat yang merupakan sumber tenaga, protein yang merupakan zat pembangun, sayur sumber zat pengatur, buah sumber zat pengatur dan gula garam serta lemak yang merupakan zat tambahan dan konsumsinya dibatasi perharinya.

masalah gizi pada remaja biasa seperti anemia, stunting, remaja kurus dan kegemukan. "Dibandingkan dengan standar WHO, anak laki-laki Indonesia lebih pendek 12,5 cm dan perempuan 9,8 cm. Berdampak terhadap penurunan fungsi kognitif, gangguan sistem metabolisme tubuh, menurunnya kekebalan tubuh, meningkatkan risiko penyakit degeneratif  (Diabetes, hipertensi penyakit jantung dan obesitas).
obesitas juga  mengancam remaja yang dikarenakan kurangnya konsumsi buah dan sayur, tidak sarapan, kurang aktivitas fisik meningkatkan risiko obesitas. Disisi lain obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif (diabetes, kanker, penyakit jantung, hipertensi). Maka mulai saat ini pola dan porsi makan minum, perbanyak konsumsi buah dan sayur, lakukan aktivitas fisik dan cukup tidur.

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.