Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Empat Nagari di Kecamatan Sutera Deklarasikan ODF/Stop BABS

21 Jul 2019 13:43:45 WIB 651x dibaca
Empat Nagari di Kecamatan Sutera Deklarasikan ODF/Stop BABS

Painan-Kecamatan Sutera targetkan tahun 2020 seluruh Nagari (10 Nagari) Open Defecation Free (ODF)/ Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) hal ini disampaikan oleh Camat Sutera Fahrudin dalam acara Peresmian Gedung rawat inap Puskesmas Surantih (20/07/2019).

“Saat ini kami akan deklarasi 4 Nagari yang telah ODF dari 6 yang ditargetkan pada tahun 2019. Adapun 4 Nagari itu ialah Nagari Koto Taratak, Lansano, Taratak dan Aur Duri. Kami sudah menganggarkan pengadaan jamban ini melalui Dana Desa bagi masyarakat yang tidak mampu, sehingga diharapkan seluruh masyarakat Kecamatan Sutera terbebas dari buang air besar sembarangan pada tahun 2020” ,  Ujar Camat Sutera.

Dalam kegiatan ini juga dibacakan ikrar ODF oleh empat Walinagari yang mendeklrasikan Nagari ODF, dilanjutkan dengan penandatangan Komitmen bersama ODF dan penyerahan Sertifikat ODF dari Bupati Pessel Hendrajoni.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Pessel, Kadis Kesehatan, Asisiten III, Kepala OPD lingkup Kab. Pessel, Ketua KAN Surantih, Walinagari sekecamatan Sutera dan tokoh masyarakat.

Kabid Kesmas Donny Tayes ketika dikonfirmasikan mengakui memang benar bahwa 4 Nagari Kecamatan Sutera sudah terakses dengan jamban sehat, saat ini di Kabupaten Pessel sudah 47 Nagari yang ODF/Stop BABS. Tentu saja kita mengharapkan seluruhnya 182 Nagari yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan segera ODF.

“Upaya ODF sudah kita lakukan melalui Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)” melalui Seksi Kesling & Olahraga yang dikomandoi oleh Sofianeri. Ucap Kabid Kesmas.

STBM adalah suatu pendekatan partisipatif yang mengajak masyarakat untuk menganalisa kondisi sanitasi mereka melalui suatu proses pemicuan, sehingga masyarakat dapat berpikir dan mengambil tindakan untuk meninggalkan kebiasaan buang air besar mereka yang masih di tempat terbuka dan sembarang tempat. Pendekatan yang dilakukan dalam STBM menimbulkan rasa malu kepada masyarakat tentang kondisi lingkungannya yang buruk dan timbul kesadaran akan kondisi yang sangat tidak bersih dan tidak nyaman di timbulkan. Dari pendekatan ini juga ditimbulkan kesadaran bahwa sanitasi (kebisaan BAB di sembarang tempat) adalah masalah bersama karena dapat berakibat kepada semua masyarakat sehingga pemecahannya juga harus dilakukan dan dipecahkan secara bersama.

“Selain itu melalui berbagai pertemuan dan forum juga selalu kita sampaikan terkait dengan ODF seperti melalui Forum Kabupaten Sehat, pertemuan Nagari Siaga Aktif dengan Walinagari dan Bidan Desa, melalui Forum Germas dan advokasi dengan lintas sektor terkait” Ujar Donny Tayes.

“Kami mengharapkan dukungan dari lintas sektor dan program sehingga Kabupaten Pesisir Selatan terbebas dari ODF/Stop BABS, hal ini tentu saja akan mendukung Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan meraih Kabupaten Sehat level Wistara dan menjadi Destinasi Wisata yang akan banyak dikunjungi orang” tukas Kabid.

Penulis: Hendri

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Share :

Kategori

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.