Perubahan gaya hidup yang kurang sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol, kurangnya aktivitas fisik, dan stres emosional semakin meningkatkan angka kejadian penyakit tidak menular. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah dengan tujuan untuk membudayakan hidup sehat adalah melalui penyelenggaraan program gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).
GERMAS merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Gerakan ini mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif.
GERMAS dilakukan oleh setiap individu dalam keluarga di lingkungan masyarakat dengan cara melakukan praktek pola hidup sehari-hari. Dalam program ini, pemerintah berperan sebagai penyedia layanan/ sarana dan prasarana kesehatan sekaligus menggerakkan institusi dan organisasi masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang sehat.
Bentuk kegiatan Germas yaitu mengampanyekan kegiatan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, dan memeriksakan kesehatan secara rutin. Dengan gerakan ini diharapkan terciptanya perilaku yang sehat sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular.
Untuk menyukseskan GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Peran sektor lainnya juga turut menentukan, termasuk peran serta seluruh lapisan masyarakat, mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat dalam mempraktekkan pola hidup sehat, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi profesi dalam menggerakkan anggotanya untuk berperilaku sehat.
Permasalahan kesehatan yang timbul saat ini merupakan akibat dari perilaku hidup yang tidak sehat seperti merokok, tidak rajin olahraga, tidak mengkonsumsi sayur dan buah sesuai kebutuhan dan tidak pernah melakukan pemeriksaan secara berkala ke pusat kesehatan. Upaya mengatasi permasalahan tersebut salah satunya melalui gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) dan program keluarga sehat melalui pendekatan keluarga (Suryani Dyah, Nurdjanah Eka Putri, Yogatama, Jumadil M, 2018).
Penelitian Vereecken C, Rovner A, Maes L. 2010 bahwa praktik pemberian makan yang berpusat pada anak secara positif terkait dengan asupan buah dan sayuran anak-anak, sementara praktik pemberian makan yang berpusat pada orang tua secara negatif terkait dengan asupan sayuran anak-anak. Untuk mencoba meningkatkan konsumsi buah dan sayur pada anak-anak, orang tua harus dibimbing untuk memperbaiki pola makan mereka sendiri dan menggunakan praktik dan strategi pengasuhan yang berpusat pada anak yang diketahui dapat mengurangi reaksi negatif terhadap makanan. Hasil penelitian riset kesehatan dasar (Riskesdas, 2010) menyatakan masih banyak penduduk yang tidak cukup mengonsumsi sayuran dan buahbuahan. Data (Riskesdas, 2013) menyebutkan sebanyak 93,5% penduduk usia > 10 tahun mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan di bawah anjuran. Padahal, konsumsi sayuran dan buah-buahan merupakan salah satu bagian penting dalam mewujudkan Gizi Seimbang (Kemenkes, 2017).
Beberapa faktor dapat mempengaruhi prilaku masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan yaitu faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri masyarakat itu sendiri. Faktor internal yang mempengaruhi minat pemeriksaan rutin berupa kurangnya perhatian warga terhadap masalah penyakit seperti hipertensi, DM, anggapan harga pemeriksaan yang mahal, dan sifat masyarakat yang cenderung malas untuk mengantri pada pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh petugas promkes. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri masyarakat. Faktor eksternal yang mempengaruhi adalah padatnya pekerjaan dari masyarakat sehingga seringkali menyebabkan tidak dapat mengikuti pemeriksaan rutin karena pemeriksaan rutin kerap dilaksanakan ketika jam kerja berlangsung.
Penulis: Hendri