Tanggal 01 Juli 2022 di Nagari Balai Sinayan dilaksanakan kampanye Hygiene dan Sanitasi yang diadakan oleh Pengelola program kesehatan lingkungan Puskesmas Lumpo Eldila Vevi Lina dan petugas Promkes Kurniawan Okta Satria serta bidan desa Neci Yulia Putri ,
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dan ibu hamil tentang perlunya mempraktekkan prilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kapanye hygiene sanitasi ini berupa edukasi pencegahan stunting melalui PHBS bidang kesehatan Lingkungan, demo Cuci tangan pakai sabun dan memberikan media edukasi dalam bentuk leaflet sebagai bahan bacaan ibu hamil dan ibu balita di rumah.
Kegiatan ini dilaksanakan di Pos Gizi nagari balai sinayan kepada ibu balita sunting dan ibu hamil.
Petugas puskesmas menyampaikan kepada ibu balita dan ibu hamil, selain asupan gizi seimbang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi salah satu faktor pendukung untuk pencegahan stunting atau kekerdilan pada anak yang diakibatkan masalah gizi kronis.
Selain asupan gizi kita juga perlu fokus pada lingkungan yang bersih. Kalau gizinya bagus tapi tanpa didukung dengan PHBS dan itu juga rawan stunting,
Salah satu langkah pencegahan stunting yaitu dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh setiap rumah tangga dengan meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah dan sekitar dapat menurunkan risiko terjadinya infeksi penyakit baik pada ibu maupun bayi. Sebab itu, PHBS dapat menjadi faktor pendukung dalam mencegah terjadinya stunting.
Stunting sangat bahaya serta dapat mengancam kualitas generasi bangsa, mengingat selain tubuh anak menjadi kerdil stunting juga berdampak pada perkembangan Inteligensi otak anak yang ikut terhambat perkembangannya, sehingga anak menjadi tidak cerdas.
Sunting sangat berbahaya bagi regenerasi sebuah negara. Karena tidak akan kuat sebuah negara jika anak-anak yang dilahirkan itu dalam kondisi tidak bergizi dan tidak cerdas.
Oleh sebab itu, puskesmas berharap komitmen pencegahan stunting harus terus digalakkan dengan terus mengedukasi para orang tua. Dengan demikian generasi Indonesia bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
Dengan adanya pos gizi di nagari balai sinayan kami berharap dari puskesmas. peserta bukan hanya diberikan makanan, namun pos gizi juga merupakan suatu wadah pembelajaran kepada ibu balita dan ibu hamil bagai mana cara penyajian dan variasi makanan yang diberikan kepada anak, kemudian ibu juga bisa mengetahui apa penyebab dan bagaimana cara pencegahan dari stunting
Ayo cegah stunting
Generasi sehat, Generasi Hebat
Penulis: Emmi