Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Kegiatan Terintegrasi Skirining PTM, Skirining UBM dan Penyuluhan PKPR di UPT SMPN 5 Batang Kapas

18 Oct 2024 15:06:06 WIB 28x dibaca
Kegiatan Terintegrasi Skirining PTM, Skirining UBM dan Penyuluhan PKPR di UPT SMPN 5 Batang Kapas
Rabu, 16 Oktober 2024 UPT Puskesmas Pasar Kuok Kegiatan Terintegrasi Skirining PTM, Skirining UBM dan Penyuluhan PKPR di UPT SMPN 5 Batang Kapas Petugas : Dila Febri Rahma Yeni, A.Md.KG dan Yuli Rahma Nita, A.Md.Keb PKPR singkatan dari Pelayananan Kesehatan Peduli Remaja. Remaja adalah tunas bangsa, generasi penerus bangsa, remaja adalah tumpuan harapan bangsa yang akan bisa melanjutkan cita-cita bangsa menuju Indonesia yang bermartabat. PKPR dilaksanakan menjangkau kelompok remaja sekolah. Upaya perlindungan perempuan dan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak hak perempuan dan anak, memberikan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, mencegah dan menghapus segala bentuk kekerasan dan eksploitasi serta meningkatkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat. Penyebab terjadinya kasus kekerasan pada perempuan dan anak pada umumnya karena kurang pengawasan orang tua, pergaulan bebas, pengaruh lingkungan, faktor ekonomi, kurangnya pengetahuan tentang pendidikan seks pada anak dan gadget/gawai. Pelaku pada umumnya orang-orang terdekat dengan korban. Seringkali insiden kekerasan seksual tidak dilaporkan karena biasanya korban takut akan pembalasan pelaku dan juga merasa malu. Selain itu korban juga tidak berdaya dan kurang memiliki dukungan. Dengan adanya penyuluhan ini diharapkan peserta dapat mengurangi, menghindarkan segala bentuk gangguan atau ancaman kekerasan yang menimpa perempuan dan anak, selain itu juga mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan sehingga perempuan dan anak. Pemeriksaan PTM pada anak sekolah mencakup pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang, tekanan darah, dan konseling kesehatan. Program deteksi dini memiliki sasaran usia 15 tahun ke atas artinya semua masyarakat yg ber usia 15 tahun keatas wajib mendapatkan deteksi dini minimal 1 kali setahun Jika diketahui sudah dalam kondisi PTM, maka segera bisa mendapatkan pengobatan untuk menjaga kondisi agar tetap terkontrol dan bisa hidup produktif. Petugas: 1. Ns. Afrita Linda, S.Kep 2. Nur Afni Juwita Zein, S.Tr.Keb Follow Up Screening Merokok Pada Anak Usia 10-18 Tahun d Petugas UBM Hos ying may lisonia, A.Md.Ft bersama Anggota Ns. Dona Delvina, S.Kep melakukan pemeriksaan ulang kadar PCO2 dalam paru pada anak sekolah kelas IX SMPN 5 BATANG KAPAS, sebagai lanjutan dari pemeriksaan sebelumnya. Dari 21 siswa yang di periksa yang sebelumnya berada pada zona orange ada 4 orang, setelah dilakukan follow up ditemukan 1 orang anak yang masih berada di zona orange dari 4 orng sebelumya. Sebelum melakukan screening petugas memberikan penyuluhan tentang bahaya merokok kepada siswa/i disekolah. Screening perilaku merokok adalah kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan data awal perilaku merokok di sekolah. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan alat yang bernama smokelyzer. Smokerlyzer adalah alat pemeriksaan karbon monoksida (CO) melalui tiupan nafas untuk membantu penilaian dan kontrol dampak akibat asap pada perokok aktif ataupun pasif. Dari alat tersebut akan terlihat seberapa terpaparnya murid2 akibat asap rokok ataupun merokok sendiri. #PuskesmasPasarKuok #salamsehat #promkespasarkuok

Penulis: myarsih icit

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.