Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

KEPALA PUSKESMAS PASAR KUOK MENGHADIRI REMBUK STUNTING DAN MUSYAWARAH REVISI RPJM NAGARI IV KOTO HIL

05 Sep 2024 09:04:51 WIB 19x dibaca
KEPALA PUSKESMAS PASAR KUOK MENGHADIRI REMBUK STUNTING DAN MUSYAWARAH REVISI RPJM NAGARI IV KOTO HIL
Pasar Kuok, 03 SEPTEMBER 2024 Hari ini Kepala puskesmas Pasar Kuok mengahadiri musyawarah Revisi RPJM Nagari dan Rembuk Stunting di Nagari IV Koto Hilie dan Nagari Koto Nan Duo. Kegiatan hari ini Pemerintah Nagari sewilayah kerja puskesmas pasar kuok menyusun komitmen dan rencana aksi untuk menekan angka stunting dan musyawarah nagari dalam rangka penyusunan Nagari th 2024 diiwilayah Kecamatan Batang Kapas . Dalam kesempatan itu turut dihadiri oleh Camat Batang Kapas dan Sekretaris Kecamatan Kepala Puskesmas dr.H. Jumatul Rialdi dan Tim Gizi Wilvi Inda Sapitri S.Gz dan Seluruh Bidan Desa,Bamus, PLD kec.Batang Kapas, kepala BPK pertanian, penyuluh Agama Nagari, Kepala Desa, TP PKK Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kader Posyandu ,Tenaga Kesehatan, serta Seluruh Kepala UPT , niniak mamak, cadiek pandai,dan tokoh masyarakat Stunting adalah kondisi gagal tumbuh dan kembang pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. 5 Pilar Percepatan Pencegahan Stunting * Komitmen dan Visi Kepemimpinan Nasional dan Daerah. * Kampanye Nasional dan Komunikasi Perubahan Perilaku. * Konvergensi, Koordinasi, dan Konsolidasi Program Pusat, Daerah, dan Desa. * Ketahanan Pangan dan Gizi. * Pemantauan dan Evaluasi. Dalam pertemuan ini tim gizi Pasar Kuok menyampaikan Data Hasil Penimbangan Bulan Juni 2024 serta faktor determinan penyebab terjadinya stunting diketahui bahwa hasil penimbangan Juni dinagari IV Koto Hilie dan koto nan duo mengalami penurunan dibandingkan dari hasil penimbangan bulan februari 2024 “Dalam upaya percepatan penurunan stunting perlu komitmen dan juga aksi yang dilakukan dari hulu. kebijakan yang mengatur harus dilakukan mulai pra nikah, kehamilan, masa kehamilan dan masa interval sebagai upaya pencegahan" Katanya  Selain itu pihaknya juga memandang perlu adanya komitmen dan aksi dari semua pihak untuk bersama-sama mendorong pencegahan dan penurunan angka stunting  "Dengan adanya komitmen dan aksi yang intens baik itu dari pemerintah, ibu-ibu PKK, Kader posyandu, bidan desa, dan juga kader pembangunan manusia ini mutlak harus dilakukan karena hal ini merupakan kunci keberhasilan dalam pelaksanaan pencegahan stunting". “Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih” dan semua pihak harus bersinergi, lakukan sosialisasi sedini mungkin untuk mencegah terjadinya stunting". Adapun rencana kegiatan yang diusulkan kepala Puskesmas pasar kuok dalam rembuk stunting ini yaitu: 1. Revitalisasi alat2 posyandu yang ada dikenagarian iv koto hilie dan koto nan duo 2. Pos Gizi untuk Anak Balita Stunting 3. Pengadaan alat Kesehatan dan mobiler untuk Poskesri semoga dengan adanya komitmen dan kerja sama bisa menurunkan angka stunting diwilayah kerja Puskesmas Pasar kuok Salam Sehat Stunting No. gizi Yes Terima Kasih

Penulis: myarsih icit

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.