Painan-Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan didamping Pj. Program Promkes dan Staf Program Gizi Puskesmas Asam Kumbang mengunjungi Nagari Pancung Taba Wilayah Kerja Puskesmas Asam Kumbang. (Kamis, 05/08/2021).
"Dalam kunjungan ini kami bertemu dengan bidan desa, kader posyandu dan kader KPM" ujar Kasi Promkes Hendri Agustian.
Lebih lanjut kasi mengatakan "Kami mendiskusikan bagaimana peran posyandu dalam menurunkan angka stunting. Nagari Pancung Taba termasuk Nagari dengan lokus stunting. Ada 21 orang anak yang mengalami stunting di Nagari Pancung Taba. Oleh sebab itu kita harus mendorong agar terjadi percepatan penurunan angka stunting disini".
Kasi juga menjelaskan bahwa kami melakukan kunjungan ini sekaligus ingin membuktikan apakah intervensi spesifik (intervensi yang dilakukan oleh jajaran kesehatan) seperti pemeriksaan kehamilan, pemberian tablet Fe, pertolongan persalinan, pemberian imunisasi, pemberian obat cacing pada anak sudah dilakukan sesuai dengan harapan. Karena dari intervensi spesifik ini akan berkonstribusi 30 % dalam penurunan angka stunting.
"Harapan kami mendatangi langsung ke Nagari agar intervensi sensitif (intervensi yang dilakukan lintas sektor) seperti ketersediaan sarana prasarana posyandu, kader yang berkualitas, perumahan sehat dengan akses jamban yang baik dll, dapat berkonstribusi sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing" ujar Kasi.
Dinagari Pancung Taba terdapat 1 Pustu dan 1 Poskesri, ada 2 orang bidan desa, 18 orang kader posyandu dan 1 orang kader KPM. Dalam diskusi dengan bidan desa masih perlu peningkatan sarana dan prasarana Posyandu seperti timbangan, alat pengukur tinggi badan dll. "Kami sudah usulkan untuk pengadaan alat kepada Walinagari. Harapan kami agar pak wali menganggarkan dan secepatnya merealisasikannya" Harap Bidan Dora.
Penulis: Hendri