KOORDINASI KE NAGARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUMPO TENTANG TANAMAN TOGA DAN PEMANFAATAN TANAMAN T
13 Dec 2022
05:23:57 WIB
81x dibaca
SENIN, 05 DESEMBER 2022
KOORDINASI KE NAGARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUMPO TENTANG TANAMAN TOGA DAN PEMANFAATAN TANAMAN TOGA
Indonesia merupakan negara kaya dengan keanekaragaman hayati dimana terdapat lebih kurang 30.000 jenis tanaman yang tersebar di seluruh tanah air, sekitar 9.600 spesies
berkhasiat obat dan kurang lebih 300 spesies digunakan sebagai bahan
pengobatan tradisional oleh industri obat tradisional.
Puskesmas Lumpo melalui program yankestrad telah melakukan kegiatan koordinasi tentang tanaman dan pemanfaatan toga yang dilakukan oleh yulfita suriati, Amd.Kep dan resy bismaya sari, Str.Keb
keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia merupakan aset dan sumberdaya yang harus dipelihara dan dikelola untuk dapat menjadi
warisan leluhur dan bermanfaat bagi masyarakat untuk pemeliharaan
kesehatan.
TOGA adalah singkatan dari Taman Obat Keluarga berfungsi sebagai
penyedia obat sekaligus berupa taman berestetika yang memenuhi
kriteria keindahan pekarangan.
TOGA dapat memenuhi upaya kesehatan
preventif (pencegahan penyakit), promotif (peningkatan derajat
kesehatan), kuratif (penyembuhan penyakit) dan rehabilitatif (pemulihan
kesehatan).
Selain itu TOGA BERFUNGSI JUGA untuk meningkatkan
kesejahteraan keluarga antara lain sebagai sarana untuk :
1. Memperbaiki status gizi keluarga
2. Menambah penghasilan keluarga
3. Meningkatkan kesehatan lingkungan pemukiman
4. Melestarikan tanaman obat dan budaya bangsa.
Disamping itu, kaberadaan TOGA
juga berfungsi sebagai upaya pelestarian tanaman obat dari proses kelangkaan.
TOGA juga bisa diartikan sebidang tanah baik di halaman, pekarangan, atau di kebun yang dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman yang berkhasiat obat dalam upaya memenuhi kebutuhan obat keluarga.
TOGA dimaksudkan agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dengan cara yang murah, mudah, aman dan nyaman. TOGA selain menjaga kesehatan masyarakat, juga diharapkan dengan TOGA keindahan lingkungan rumah tangga dapat tercipta, termasuk mengurangi pengeluaran kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Karena kebutuhan obat, sayur-sayuran dan bumbu masak telah tersedia di dalam TOGA.
Oleh karena itu, TOGA diharapkan dapat menunjang kesehatan, kesejahteraan, keindahan lingkungan, pelestarian tanaman dan budaya, mengurangi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, dan dapat juga sebagai sumber penyedia bahan baku obat tradisional.
Lokasi, Sesuai namanya TOGA dapat dimulai dari halaman rumah kebun, ladang, selain itu dapat dilakukan di halaman sarana umum seperti: sekolah, puskesmas / rumah sakit, gedung balai desa / kantor kelurahan, gedung pertemuan dan lahan lain yang dapat dimanfaatkan.
Untuk daerah perkotaan, dimana sulit untuk memiliki rumah dengan halaman atau pekarangan yang memadai, TOGA dapat dibuat dengan menggunakan pot, poli bag, ember dan bahan lain yang cocok untuk pot.
Jenis :
Jenis tanaman obat yang banyak ditanam di dalam TOGA secara umum sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Penamaan jenis tanaman obat dengan menyertakan nama ilmiah (latin) selain nama nasional dan nama lokal dimaksudkan agar antara tanaman obat yang satu dengan lainya tidak tertukar.
Pertelaan :
Pertelaan tanaman obat adalah menerangkan atau menyebutkan ciri-ciri morfologi bagian tanaman seperti batang, daun, bunga, buah dan biji dari setiap jenis tanaman obat. Hal ini penting untuk diketahui, karena dengan menyebutkan ciri-ciri tersebut sehingga antara bagian tanaman yang satu terhadap bagian tanaman dari jenis tanaman obat lainnya tidak tertukar.
Contoh bardasarkan penampang batang yaitu bulat dan pipih. Berdasarkan bentuk daun, dibedakan berbentuk bulat, berbangun perisai, lonjong, jorong, dan lanset. Bentuk pangkal daun yang berlekuk (berbentuk jantung, ginjal) dan tidak berlekuk (bulat telur, segi tiga, belah ketupat). Berdasarkan tulang daun, menyirip, menjari, melengkung, dan lurus / sejajar.
Berdasarkan letak bunga dibedakan menjadi bunga terminal bila letaknya diujung cabang atau ujung batang; dan bunga aksiler apabila bunga terletak diketiak daun. Bentuk dasar bunga yang biasa dijumpai adalah bentuk rata, kerucut, cawan, dan mangkuk.
Buah dibedakan buah semu dan buah asli, berbuah buni dan batu. Biji mempunyai bentuk yang bermacam-macam, misalnya menyudut, ginjal, bulat, memanjang, bulat telur dan lain-lain. Tanaman obat berumah satu dan berumah dua. Tanaman obat mempunyai biji monokotil dan dikotil, tanaman obat berakar serabut dan tunggang. Tanaman obat penghasil umbi, rimpang, akar (radix), daun, kulit batang, bunga, buah, dan biji.
Kandungan :
Kandungan tanaman obat berkhasiat obat diharapkan dapat sebagai pedoman pemanfaatan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kandungan bahan kimia di dalam tanaman obat adalah banyak macamnya.
Penataan TOGA
Dalam pengembangan TOGA perlu diperhatikan penataan dari berbagai tanaman yang akan ditanam, sehingga terlihat serasi, indah dan bernilai estetika sebagai taman. Penataan dalam penanaman tanaman obat dapat didasarkan pada :
1. Fisik tanaman (tanaman yang tumbuh tinggi, sedang dan rendah).
2. Warna daun (hijau, ungu, kuning , merah).
3. Bentuk daun (besar, kecil, bulat, dan panjang).
4. Khasiatnya (sebagai obat batuk, obat pilek, obat diare dan sebagainya).
Kegunaan lainnya (sebagai bumbu masak, sayuran dan lalapan). Penataan TOGA dapat dipadukan dengan tanaman buah-buahan, sayuran, tanaman hias bahkan tanaman perkebunan yang mempunyai fungsi sebagai obat.
Hasil koordinasi dengan nagari yang ada di wilayah kerja puskesmas lumpo yaitu :
Peningkatan kesadaran, motivasi dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat akan mempercepat pencapaian status kesehatan yang optimal. Dengan demikian peningkatan kapasitas masyarakat dalam perawatan kesehatan secara mandiri melalui pemanfaatan TOGA, sebagai upaya pertolongan pertama pada diri sendiri dan keluarga.
Diharapkan petugas kesehatan dan masyarakat dapat secara intensif bekerjasama dalam mewujudkan masyarakat sehat mandiri sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa dalam penyehatan tradisional Indonesia terkhususnya di wilayah kerja puskesmas lumpo.
Salam sehat.....
Penulis:
Emmi