Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

KUNJUNGAN IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) INTEGRASI PROG GIZI DAN KIA PUSK INDERAPURA

15 Sep 2022 22:02:50 WIB 52x dibaca
KUNJUNGAN IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) INTEGRASI PROG GIZI DAN KIA PUSK INDERAPURA
Kamis, 15 September 2022 KUNJUNGAN IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) INTEGRASI PROGRAM GIZI DAN KESEHATAN IBU DAN ANAK PUSKESMAS INDERAPURA Kunjungan ibu hamil kekurangan energi kronik ini dilaksanakan oleh penanggung jawab program gizi dan program kesehatan ibu dan anak dengan di dampingi bidan Desa Nagari Tluk Amplu dengan sasaran 3 orang ibu hamil yang mengalami Kekurangan energi kronik. Kunjungan ibu hamil Kekurangan Energi Kronik dilaksanakan di wilayah kerja kampung Pulau Makan Nagari Tluk Amplu , kegiatan kunjungan KEK ini dilaksanakan pada kamis, 15 September 2022 , tim program Gizi dan Program Kesehatan Ibu dan anak berangkat dari Puskesmas pukul 08.30 WIB dan selesai pukul 12.10 WIB. Kunjungan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik dilaksanakan sebanyak 4 kali kunjungan. Kategori Ibu Hamil yang memiliki resti adalah usia ibu hamil yang terlalu muda dan terlalu tua, riwayat caesar saat melahirkan anak sebelumnya dan memiliki KEK (Kekurangan Energi Konik). Gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia, kekurangan gizi akan mengakibatkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan, menurunkan produktivitas kerja dan menurunkan daya tahan tubuh yang berakibat meningkatnya angka kesakitan dan kematian. Kecukupan gizi sangat diperlukan oleh setiap individu, sejak janin yang masih di dalam kandungan, bayi, anak-anak, masa remaja, dewasa, sampai usia lanjut. Ibu atau calon ibu merupakan kelompok rawan, karena membutuhkan gizi yang cukup sehingga harus dijaga status gizi dan kesehatannya, agar dapat melahirkan bayi yang sehat KEK adalah masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan asupan makanan dalam waktu yang cukup lama. Seseorang yang mengalami KEK biasanya memiliki status gizi kurang. Untuk mengetahuinya dapat dilihat dengan mengukur LILA (Lingkar Lengan Atas) dan  juga berat badan. Jadi sewaktu kunjungan tim program gizi melakukan pengukuran LILA dan mengukur Berat Badan serta juga pemberian pemberian makanan tambahan (PMT) kepada ibu hamil tersebut. Ibu hamil dengan lingkar lengan kurang atau di bawah 23,5 cm kerap disebut dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK). Ketika ibu hamil mengalami gizi kurang atau gizi berlebih akan banyak kompikasi yang mungkin terjadi dan berdampak pada kesehatan janin yang dikandungnya. Salah satunya adalah pertumbuhan janin tidak maksimal, menyebabkan bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR), mengalami kematian saat persalinan, perdarahan, pasca persalinan yang sulit karena lemah, dan mudah mengalami gangguan kesehatan. Bayi yang dilahirkan dengan BBLR umumnya kurang mampu merendam tekanan lingkungan yang baru,selain itu komplikasi yang dapat dialami, yaitu berat badan ibu tidak bertambah normal, keguguran, prematur, pertumbuhan janin terhambat, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, IUFD, gizi kurang, sehingga dapat berakibat pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan bahkan mengganggu kelangsungan hidup, Penyebab Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil terdiri atas penyebab langsung dan tidak langsung. Faktor penyebab langsung adalah asupan gizi yang kurang dan penyakit infeksi Tujuan kegiatan ini untuk memantau kondisi kesehatan bumil dan pemberian makanan tambahan (PMT), dan dalam rangka mendukung Inovasi Pasan Mande untuk Berantas Stunting. Selain itu tim program Kesehatan Ibu dan Anak melakukan pemerikasaan kehamilan (mengukur tekanan darah dan lingkar lengan atas), memberikan penyuluhan tentang gizi pada masa kehamilan, konseling kesehatan selama kehamilan agar masalah gizi dapat diperbaiki dengan cepat. Dengan memberikan konseling tentang gizi pada ibu hamil, pemberian ASI Eksklusif, MPASI, pengecekan tumbuh kembang anak, menjaga kebersihan lingkungan, sanitasi, dan kualitas air sangat efektif untuk mencegah stunting. Kegiatan ini kalau dilakukan secara berkesinambungan maka akan memberikan dampak yang significan terhadap penurunan stunting wilayah kerja Puskesmas Inderapura. Harapannya nya dengan dilaksanakan integrasi program Gizi dan Program kesehatan ibu dan anak yaitu menurunkan angka Kematian Ibu dan anak , dan tidak ada lagi ibu hamil yang mengalami kekurang energi Kronik (KEK)serta mempercepat penurunan angka stunting demi Masyarakat Pancung Soal Sehat.

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.