Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Kunjungan Kepala Puskesmas Tapan dan Petugas TB ke Rumah Pasien TB di Nagari Bukit Buai Tapan

13 Jun 2025 15:08:23 WIB 20x dibaca
Kunjungan Kepala Puskesmas Tapan dan Petugas TB ke Rumah  Pasien TB di Nagari Bukit Buai Tapan
Kunjungan Rumah Pasien TB merupakan gerakan bersama antara tenaga kesehatan Puskesmas Tapan dan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tapan, di mana mereka melakukan kunjungan rumah untuk mendata, memeriksa dan memfasilitasi pengobatan yang intensif. Pada hari ini Kepala UPT Puskesmas Tapan dr.Elfrina Mirna,MKM , petugas TB Ns.Andhika Putra,S.Kep dan Mulia Affandi,AMK yang juga di dampingi Bidan Desa Bukit Buai Yang Riani,Amd. Keb dan Kader TB mengunjungi rumah pasien TB tersebut. Pendekatan yang baik memungkinkan warga membuka pintu dan menyilakan petugas kesehatan masuk untuk menyampaikan tujuan kunjungan. Bila kedua belah pihak sama-sama memahami manfaatnya, tentunya akan memudahkan proses selanjutnya, yaitu mengkaji semua anggota keluarga yang dicurigai menderita TB, melakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosa, dan memfasilitasi pengobatan bila ditemukan hasil pemeriksaan TB positif. Kunjungan pasien TB merupakan kegiatan penemuan kasus secara aktif dan masif sekaligus mendorong pasien TBC untuk memeriksakan diri dan menjalani pengobatan sampai tuntas. Tuberkulosis (TB) sampai dengan saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia walaupun upaya penanggulangan TB telah dilaksanakan di banyak negara sejak tahun 1995. Tuberkulosis yang selanjutnya disingkat TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyerang paru dan organ lainnya. Gerakan tersebut bertujuan agar penderita TB berobat dengan benar dan teratur, serta mencegah terjadi kuman TB kebal terhadap obat (TB MDR). Karena bila itu terjadi, biaya pengobatannya semakin besar dan kemungkin untuk sembuh semakin kecil. Gejala lanjutan yang dialami oleh penderita juga biasanya makin buruk dan mengancam nyawa. Selain itu petugas juga mengisi kartu kontrol minum obat serta Kepala Puskesmas juga memberikan Penyuluhan kesehatan pasien serta keluarga tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Pengawas Menelan Obat (PMO) diperlukan untuk menjamin keteraturan pengobatan sehingga penderita TB paru sembuh dengan pengobatan lengkap, tidak drop out/default, dan tidak gagal. Kegagalan pengobatan TB Paru mengakibatkan penderita mengalami MDR.

Penulis: myarsih icit

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.