Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Kunjungan Rumah Balita dengan Bermasalah Gizi di Nagari Tebing Tinggi Puskesmas Rahul,

12 Sep 2022 20:01:57 WIB 21x dibaca
Kunjungan Rumah Balita dengan Bermasalah Gizi di Nagari Tebing Tinggi  Puskesmas Rahul,
Kunjungan Rumah Balita dengan Bermasalah Gizi di Nagari Tebing Tinggi Puskesmas Rahul, Senin, 12/9/2022 Kepala puskesmas bersama tim dari Puskesmas Rahul melakukan kunjungan rumah keluarga sehat melalui pendekata keluarga sebagai upaya pencegahan stunting melalui inovasi Pasan Mande. Tim tersebut terdiri dari Kepala Puskesmas Idris,SKM, dr. Longmai Bunga Persik, Bidan koordinator Jarlen Nurleksmi Amd.Keb, Petugas gizi Dewi Anggraini,AMG dan Bidan desa Nagari Tebing Tinggi Riza Wahyuni Amd.Keb. Kunjungan rumah ini dalam rangka mengunjungi rumah balita yang bermasalah gizi di Nagari Tebing Tinggi. Kunjungan rumah ini berkoordinasi dengan Lintas program terkait yaitu KIA, Promkes dan Sanitarian. Ada pun kegiatan yang di laksanakan meliputi : 1. Wawancara dengan Ibu balita untuk menggali faktor masalah yang memicu balita bermasalah gizi seperti gizi buruk gizi kurang dan BGM 2. Melihat Perkembangan Balita dari Grafik buku KIA dari hasil penimbangan rutin di posyandu 3. Observasi sekitar rumah dan lingkungan dari jamban dan sumber air bersih 4. Edukasi kepada orang tua terkait pencegahan balita bermasalah gizi dengan edukasi gizi seimbang Dari hasil Kunjungan rumah ini, petugas gizi (Dewi) menjelaskan di temukan 1 orang balita status gizi nya di bawah gadis merah inisial AZ usia 5 bulan, dengan berat badan 4,4 Kg, tinggi badan 60 CM. Disimpulkan status gizi anak ini dibawah garis merah, tambahannya. Berdasarkan pantauan dari buku KIA, balita ini sebelumnya di posyandu sudah tidak naik timbang selama 2 bulan berturut-turut. Kemudian di rujuk ke puskesmas. Menurut penjelasan dari orangtua AZ di usia 0-3 bulan sudah di beri susu formula oleh ibu dikarenakan produksi asi ibunya bermasalah. Kemudian di usia 3 bulan, setelah sufor di ganti AZ mengalami alergi merah-merah di tubuhnya sehingga terjadi penurunan Berat badan. Dari hasil rujukan puskesmas dr Longmai Bunga Persik menganjurkan untuk segera di rujuk ke dokter spesialis anak di Painan, akan tetapi sampai pada saat kunjungan rumah hari ini masih belum di bawa ke dokter spesialis anak dengan alasan jauh dan tidak mempunyai JKN. Keluarga kembali di anjurkan untuk pemeriksaan ke dokter spesialis anak yang ada di RSUD Tapan supaya tidak terlalu jauh. "Faktor determinan lain yang juga diperkirakan mempengaruhi belum berat badan balita yaitu perilaku keluarga masih merokok di dalam rumah", tambah dari petugas gizi, Dewi. Semoga dengan ada nya kunjungan Rumah ini dapat di lakukan pemantauan pertumbuhan balita untuk mencegah kondisi balita yang lebih buruk lagi. Rahul, 12 September 2022

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.