Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

KUNJUNGAN RUMAH BALITA RESTI KE NAGARI LIMAU GADANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUMPO

29 Aug 2022 11:27:14 WIB 73x dibaca
KUNJUNGAN RUMAH BALITA RESTI KE NAGARI LIMAU GADANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUMPO
Sabtu, 27 Agustus 2022 KUNJUNGAN RUMAH BALITA RESTI KE NAGARI LIMAU GADANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUMPO Pada hari jum'at tanggal 26 Agustus 2022 dilakukan Kegiatan kunjungan rumah balita resti ke Nagari Limau Gadang Lumpo yang di Pimpin Oleh Kepala Puskesmas dr. Salma Anas , dengan anggota pengelola program gizi Melda Eka Sartika, Pengelola Program Promkes Eldila Vevi Lina , Bikor Panda Rilla dan Pengelola Anak Meli Hendri. Balita yang dikunjungi pada kegiatan ini balita yang keadaan status gizinya bermasalah sejak mulai lahir dengan berat bayi lahir rendah (BBLR) yaitu 1,2 kg dan pada saat ini anak sudah berumur 11 bulan dengan berat badan BB 4,5 kg dengan status gizinya gizi kurang Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada saat kunjungan rumah balita dengan gizi kurang meliputi : 1. Wawancara dengan orang tua balita untuk menggali faktor permasalahan yang memicu balita gizi kurang. 2. Pengukuran : melaksanakan pengukuran berat badan dan tinggi badan pada balita. 3. Observasi sekitar rumah baik dari dalam rumah maupun lingkungan rumah, mulai dari kondisi rumah, sumber air dll. 4. Edukasi kepada orang tua terkait pencegahan gizi kurang. 5. Pemberian PMT bagi balita dengan gizi kurang. Agar tumbuh kembangnya optimal, orangtua perlu memastikan asupan nutrisi anak terpenuhi dengan baik. Namun terkadang, kebutuhan gizi anak tidak sejalan dengan asupan makanan harian yang didapatkan. Bila berjalan cukup lama, hal tersebut bisa memicu timbulnya kekurangan gizi pada si kecil. Apa itu kondisi anak kurang gizi? Kurang gizi adalah dampak dari tidak terpenuhinya kebutuhan gizi anak yang telah berlangsung sejak lama. Bahkan, kondisi ini dapat dimulai ketika bayi atau masih berada di dalam kandungan. Tidak hanya sampai di situ saja, setelah bayi lahir pun pemenuhan gizi untuk anak masih perlu diperhatikan setidaknya sampai ia berusia 2 tahun. Hal tersebut harus menjadi perhatian utama yang tidak boleh disepelekan. Mulai dari awal kehamilan sampai 2 tahun awal usia anak merupakan masa emas yang akan menentukan kehidupan anak selanjutnya. Kurang gizi dapat diperparah bila anak sering mengalami penyakit infeksi. Akibatnya, kurang gizi pada anak bisa membuat pertumbuhan dan perkembangan otak anak serta fisiknya terganggu. Secara garis besar, anak kurang gizi umumnya mempunyai berat badan kurang (underweight), kurus (wasting), pendek (stunting), serta kekurangan vitamin dan mineral. Ada 4 faktor yang melatarbelakangi permasalahan gizi pada anak yaitu : ekonomi sanitasi, pendidikan orangtua dan perilaku orangtua, Kemiskinan salah satu determinan social-ekonomi, merupakan akar dari ketiadaan pangan, tempat mukim yang berjejalan, dan tidak sehat serta ketidak mampuan mengakses fasilitas kesehatan Dengan adanya kunjungan rumah dapat dilakukan pemantauan tumbuh kembang untuk mencegah kondisi balita yang lebih buruk lagi. Sehingga kejadian Permasalah gizi pada bayi dan balita tidak ada lagi diwilayah kerja Puskesmas Lumpo

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.