KUNJUNGAN RUMAH BAYI DAN BALITA RESTI KE NAGARI AMPUAN DAN BALAI SINAYAN WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS
20 Feb 2023
09:45:47 WIB
16x dibaca
LUMPO, 16 FEBRUARI 2023
"KUNJUNGAN RUMAH BAYI DAN BALITA RESTI KE NAGARI AMPUAN DAN BALAI SINAYAN WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS LUMPO"
Ibu dan anak terutama bayi baru lahir merupakan kelompok masyarakat yang rentan dan perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat, karena masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta balita.
Perlu diketahui " PASAN MANDE "adalah inovasi Dinas Kesehatan pesisir selatan yang memiliki poin penting tentang kesehatan bayi dan balita, antara lain Amankan bayi baru lahir dengan layanan kesehatan sesuai standar, Naikkan status gizi serta kesehatan bayi dan balita,Mengkonsumsi pangan yang beragam,bergizi dan berimbang.
Maka dari itu UPT Puskesmas Lumpo melakukan kunjungan rumah bayi dan balita resti ke Ampuan dan Balai sinayan lumpo, Adapun petugas yang melakukan kunjungan pada tanggal 15 Februari 2023 adalah
Bidan Koordinator Panda Rilla NP S.Tr Keb
Penanggung jawab program anak Melly Hendry A.Md Keb
Dan bidan desa Ampuan Nesa Yulia Sari A.Md Keb
Bidan desa Balai Sinayan Necy Yulia Putri A.Md Keb
Balita yang dikunjungi pada kegiatan ini, balita yang keadaan status gizinya bermasalah sejak mulai lahir dengan berat bayi lahir rendah (BBLR).
Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada saat kunjungan rumah balita dengan gizi kurang meliputi :
1. Wawancara dengan orang tua balita untuk menggali faktor permasalahan yang memicu balita gizi kurang.
2. Pengukuran : melaksanakan pengukuran berat badan dan tinggi badan pada balita.
3. Observasi sekitar rumah baik dari dalam rumah maupun lingkungan rumah, mulai dari kondisi rumah, sumber air dll.
4. Edukasi kepada orang tua terkait pencegahan gizi kurang.
5. Pemberian PMT bagi balita dengan gizi kurang.
Agar tumbuh kembangnya optimal, orang tua perlu memastikan asupan nutrisi anak terpenuhi dengan baik. Namun terkadang, kebutuhan gizi anak tidak sejalan dengan asupan makanan harian yang didapatkan. Bila berjalan cukup lama, hal tersebut bisa memicu timbulnya kekurangan gizi pada si kecil.
Kurang gizi adalah dampak dari tidak terpenuhinya kebutuhan gizi anak yang telah berlangsung sejak lama.Bahkan, kondisi ini dapat dimulai ketika bayi atau masih berada di dalam kandungan.Tidak hanya sampai di situ saja, setelah bayi lahir pun pemenuhan gizi untuk anak masih perlu diperhatikan setidaknya sampai ia berusia 2 tahun.
Hal tersebut harus menjadi perhatian utama yang tidak boleh disepelekan. Mulai dari awal kehamilan sampai 2 tahun awal usia anak merupakan masa emas yang akan menentukan kehidupan anak selanjutnya.
Kurang gizi dapat diperparah bila anak sering mengalami penyakit infeksi.Akibatnya, kurang gizi pada anak bisa membuat pertumbuhan dan perkembangan otak anak serta fisiknya terganggu. Secara garis besar, anak kurang gizi umumnya mempunyai berat badan kurang (underweight), kurus (wasting), pendek (stunting), serta kekurangan vitamin dan mineral.
Ada 4 faktor yang melatar belakangi permasalahan gizi pada anak yaitu : ekonomi
sanitasi, pendidikan orangtua dan perilaku orangtua, Kemiskinan salah satu determinan social-ekonomi, merupakan akar dari ketiadaan pangan, tempat mukim yang berjejalan, dan tidak sehat serta ketidak mampuan mengakses fasilitas kesehatan
Sedangkan dalam jangka panjang akibat buruk yang dapat ditimbulkan adalah menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, dan resiko tinggi untuk munculnya penyakit diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas pada usia tua, serta kualitas kerja yang tidak kompetitif yang berakibat pada rendahnya produktivitas ekonomi.
Dengan adanya kunjungan rumah dapat dilakukan pemantauan tumbuh kembang untuk mencegah kondisi balita yang lebih buruk lagi.
Sehingga kejadian Permasalah gizi pada bayi dan balita tidak ada lagi diwilayah kerja UPT Puskesmas Lumpo
Penulis:
Emmi