Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

LOKMIN EVALUASI KINERJA KADER TPK DALAM RANGKA PENURUNAN STUNTING PUSK KAYU GADANG

28 Jun 2022 20:37:18 WIB 41x dibaca
LOKMIN EVALUASI KINERJA KADER TPK DALAM RANGKA PENURUNAN STUNTING PUSK KAYU GADANG

LOKMIN EVALUASI KINERJA KADER TPK DALAM RANGKA PENURUNAN STUNTING OLEH BKKBN PROVINSI KERJA SAMA DENGAN KUA KECAMATAN SUTERA

Kayu Gadang, 28 Juni 2022

Kepala Puskesmas Kayu Gadang menggelar lokakarya mini  pertama bersama Camat Sutera yang dilaksanakan dikantor camat sutera topik yang dibahas pada kegiatan ini adalah tentang Kinerja Tim Pendamping Keluarga ( TPK ) dalam rangka penunurunan Stunting, dimana diharapkan dukungan dan peran serta lintas sektor dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting di Kecamatan Sutera

Tim Pendamping Keluarga (TPK) bertugas melakukan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan dan memfasilitasi pemberian bantuan sosial serta melakukan surveilans kepada sasaran keluarga berisiko stunting.

Tim Pendamping Keluarga berkoordinasi dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) sekaitan dengan rencana kerja, sumber daya, pemecahan kendala pelaksanaan pendampingan keluarga di lapangan.

Dalam pertemuan ini petugas puskesmas dengan sektor terkait untuk meningkatkan kerjasama Tim, memantau cakupan pelayanan puskesmas dan membina peran serta masyarakat secara terpadu agar dapat meningkatkan fungsi puskesmas.

Pada acara tersebut turut hadir camat Sutera, Kepala Puskesmas Kayu Gadang, BKKBN Provinsi, BKKBN Sutera, KUA, Wali Nagari Amping Parak, Wali Nagari Aur Duri, dan Wali Nagari Surantih.

Camat Sutera Salman Alfarizi Brutu berharap adanya strategi yang inovatif guna menurunkan angka stunting dan kasus gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas, seperti memberdayakan kader untuk melakukan screening terhadap anak-anak, bayi dan baduta agar dapat menjaring anak dengan kondisi gizi buruk dan stunting.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, mengatakan menu untuk anak stunting harus bervariasi dan diolah untuk memenuhi nutrisi dan protein yang tinggi.

Rencana tindak lanjut yang disepakati yaitu:
• Pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat Kecamatan dan Desa.
• Pemantauan minum tablet tambah darah (TTD) pada remaja.
• Melakukan GERMAS
• Pelacakan dan pendampingan intervensi gizi pada sasaran dengan risiko masalah gizi.
• Pelatihan Antropometri dan Sosialisasi Emodemo di Posyandu binaan Puskesmas.
• Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil

Diakhir pertemuan dilakukan seremonial penggalangan komitmen untuk kesepakatan penurunan angka stunting dan kasus gizi buruk diwilayah kecamatan suteta dan dapat menguatkan kerjasama linsek untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan lebih baik.

Salam Sehat

GERMAS

Terima kasih

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.