Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Orientasi Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) di SMK N 1 Painan

20 May 2026 03:25:07 WIB 11x dibaca
Orientasi Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) di SMK N 1 Painan

Selasa, 19 Mei

 

Hari ini tim P3LP turun ke SMKN 1 Painan. Tim yang turun hari ini adalah
1. Welly Perdana, SKM
2. dr. Mimi
3. Ns. Rezita Opirola, S.Kep
4. Ns. Mona Yuliana, S.Kep

Kegiatan P3LP (Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis) adalah intervensi non-klinis berbasis empati untuk menstabilkan emosi siswa yang mengalami tekanan mental seperti perundungan, stres, atau kehilangan, agar kondisinya tidak memburuk. Di sekolah, tindakan ini dipraktikkan oleh guru atau siswa (first aider).

Dalam eksposenya dr.Mimi menyampaikan  langkah utama penerapan P3LP di sekolah menggunakan prinsip 3M: 
* Memperhatikan (Lihat & Dengar):
Amati perubahan perilaku siswa (seperti menjadi murung atau menarik diri) atau kenali pemicu stres yang baru dialami. Pastikan lingkungan di sekitar siswa aman dari bahaya fisik.

* Mendengarkan (Dukung & Validasi):
Ajak siswa bicara di tempat yang nyaman dan berikan rasa aman. Dengarkan ceritanya tanpa menghakimi agar mereka merasa dihargai.

* Menghubungkan (Bantu Cari Solusi):
Bantu siswa meredakan emosinya atau hubungkan dengan dukungan lanjutan yang tepat, seperti guru Bimbingan Konseling (BK), tenaga kesehatan, atau orang tua

P3LP bukan sebuah terapi psikologis klinis, melainkan bantuan dukungan emosional dasar yang bisa dipelajari oleh siapa saja

Tujuan utama P3LP (Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis) di sekolah adalah memberikan bantuan emosional cepat agar kondisi mental siswa yang tertekan tidak memburuk.

Berikut adalah tujuan khusus penerapan P3LP di lingkungan sekolah:

1. Mencegah Trauma: Membatasi dampak psikologis buruk akibat kejadian stres berat.

2.  Menstabilkan Emosi: Menenangkan siswa yang histeris, cemas, atau sangat sedih.

3.  Memberi Rasa Aman: Melindungi fisik dan mental siswa dari situasi berbahaya.

4. Mempercepat Pemulihan: Membantu siswa kembali beraktivitas dan belajar dengan normal.

5. Menghubungkan Bantuan: Mengarahkan siswa ke guru BK atau psikolog jika butuh penanganan ahli.


Diharapkan dengan adanya kegiatan P3Lp ini dapat meningkatkan empati siswa dan guru dalam menstabilkan kondisi emosial dan stres yg dihadapi baik disekolah maupun dirumah.

Penulis: myarsih icit

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.