Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

PELACAKAN BUMIL KEK DAN BAYI GIZI KURANG DI NAGARI TERATAK TEMPATIH.

24 Sep 2022 15:32:34 WIB 101x dibaca
PELACAKAN BUMIL KEK DAN BAYI GIZI KURANG DI NAGARI TERATAK TEMPATIH.
JUMAT, 16 SEPTEMBER 2022 KEGIATAN PELACAKAN BUMIL KEK DAN BAYI GIZI KURANG DI NAGARI TERATAK TEMPATIH. Dilaksanakan oleh petugas gizi (ulva dila yulanda, S. Gz, Sri Dayanti S. Gz, mesri yenti S. Gz) dan bidan desa (Irsya Volastri Amd.Keb, Pitri Amd. Keb) Ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) adalah kekurangan gizi yg berlangsung lama (beberapa bulan selama kehamilan) dan ukuran LILA ( Lingkar Lengan Atas) nya <23,0 Cm. Faktor penyebab langsung Bumil KEK di pengaruhi konsumsi gizi yang tidak cukup didukung juga faktor sosial ekonomi dan pendidikan. Pada kegiatan pemantauan ibu hamil KEK, petugas kesehatan melakukan penimbangan berat badan, pengukuran LILA, memberikan makanan tambahan berupa roti dan menyarankan kepada ibu hamil untuk selalu mengkonsumsi makanan gizi seimbang yang mengandung Karbohidrat, Protein, dan Fe agar terhindar dari kasus BBLR. Dari 3 bumil yg dilakukan pelacakan, 1 org di antaranya KEK Gizi Kurang adalah keadaan gizi balita yang ditandai dengan kondisi kurus, berat badan menurut panjang badan atau tinggi badan kurang dari -2 sampai dengan -3 standar deviasi, dan/atau lingkar lengan 11,5-12,5 cm pada Anak usia 6-59 bulan. Balita gizi kurang yg dilakukan pelacakan 3 balita, 1 balita masing2 posyandu anggrek 1,2 dan 3 Kegiatan Pelacakan kasus gizi kurang dimaksudkan untuk mencegah dan menangani secara dini terjadinya kasus gizi kurang. Tujuan kegiatan agar diperolehnya informasi kasus gizi kurang yang cepat dan akurat, ditemukan dan ditanganinya seluruh balita gizi kurang dan seluruh balita gizi kurang mendapat perawatan sesuai tata laksana anak gizi kurang sehingga dapat menekan kematian bayi atau balita, dan menurunkan prevalensi gizi kurang. Pada balita gizi kurang, petugas kesehatan melakukan penimbangan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala dan LILA serta melihat tanda-tanda klinis yang ada. Selain itu tim gizi dan bides harus tetap melakukan pemantauan setiap 1 kali seminggu dan pemberian makanan tambahan berupa biskuit.

Penulis: Emmi

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.