Pengumuman
Rekrutmen Tenaga Enumerator Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 Klik disini untuk detail
Logo dinkes Logo pessel

DINKESPPKB

Kabupaten Pesisir Selatan

Pelaksaanaan kegiatan Penjaringan berkala anak sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Makmur

11 Aug 2025 14:53:23 WIB 17x dibaca
Pelaksaanaan kegiatan Penjaringan berkala anak sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Makmur
Tim Puskesmas Tanjung Makmur yang terdiri dari Rila Aulia, A.Md.KG, Erna Yukriyah, S.ST , Wahyu Hidayat, S.K.M. ,Khairully, AMd, Trisna Winanda Sekar Putri, Amd.Gz, Rahma Sagita, SKM. melaksanakan kegiatan rutin UKS yaitu penjaringan berkala bagi anak sekolah pada murid kelas 1 sampai kelas 6. Kegiatan UKS ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan peserta didik sebagai salah satu upaya deteksi dini permasalahan kesehatan, meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar siswa dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan berkelanjutan. Kegiatan pemeriksaan UKS meliputi : 1. Pemeriksaan Berat badan / tinggi badan untuk mengetahui status gizi peserta didik 2. Pemeriksaan Gigi dan mulut untuk mnjga kebersihan mulut dan mendeteksi gigi berlobang sejak dini 3. Pemeriksaan telinga, kulit dan kuku untk meningkatkan kebersihan tubuh 4. Pemeriksaan mata dan Buta warna untk mendeteksi kelainan mata sejak dini. CKG di sekolah adalah singkatan dari Cek Kesehatan Gratis yang ditujukan untuk siswa sekolah. Program ini bertujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan pada anak usia sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA, dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut adalah poin-poin penting mengenai CKG di sekolah: Tujuan: Identifikasi faktor risiko kesehatan, deteksi dini kondisi pra penyakit, dan deteksi penyakit lebih awal pada anak usia sekolah. Sasaran: Seluruh peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK atau sederajat (termasuk SLB, Pesantren, dan Sekolah Rakyat). Pelaksanaan: Dilaksanakan di sekolah-sekolah saat tahun ajaran baru, pemeriksaan CKG bulan Agustus 2025. Pemeriksaan: Meliputi pemeriksaan status gizi, indera (mata dan telinga), gigi, kesehatan jiwa, anemia, dan lain-lain, disesuaikan dengan kelompok umur dan jenjang pendidikan. Manfaat: Meningkatkan kesehatan siswa, mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah, serta memberikan informasi penting tentang kesehatan mereka. Pemeriksaan frambusia di sekolah, yang juga dikenal sebagai skrining frambusia, adalah kegiatan untuk mendeteksi dini penyakit frambusia pada siswa. Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran penyakit ini dengan menemukan kasus frambusia sedini mungkin dan memberikan pengobatan yang tepat. Mengapa Skrining Frambusia Penting di Sekolah? Penyakit Menular: Frambusia adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh bakteri. Pencegahan Penyebaran: Skrining membantu mengidentifikasi siswa yang terinfeksi sehingga dapat segera diobati dan mencegah penularan ke siswa lain. Deteksi Dini: Dengan deteksi dini, frambusia dapat ditangani sebelum menyebabkan komplikasi yang lebih serius, seperti kecacatan. Bagaimana Skrining Dilakukan? 1. Pemeriksaan Fisik: Petugas kesehatan memeriksa kulit siswa untuk mencari tanda-tanda frambusia, seperti lesi atau luka pada kulit. 2. Pengambilan Sampel: Jika ditemukan siswa dengan gejala frambusia, sampel (bisa berupa usapan luka atau darah) akan diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut. 3. Rapid Test: Sampel yang diambil kemudian diuji menggunakan rapid test untuk mengkonfirmasi adanya infeksi frambusia. 4. Penyuluhan: Selain pemeriksaan, siswa juga diberikan penyuluhan tentang frambusia, cara pencegahan, dan pentingnya menjaga kebersihan diri. Pencegahan Frambusia di Lingkungan Sekolah: Menjaga Kebersihan Diri: Mandi secara teratur dengan sabun, mencuci tangan, dan menjaga kebersihan pakaian. Menghindari Kontak Langsung: Hindari kontak langsung dengan luka penderita frambusia. Menciptakan Lingkungan Bersih: Menjaga kebersihan lingkungan sekolah untuk mencegah penyebaran penyakit melalui lalat atau benda lain. Pengobatan Segera: Jika ada siswa yang terinfeksi, segera berikan pengobatan yang tepat.

Penulis: myarsih icit

Berikan Reaksi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar.

Please enter your name.
Please enter a valid email.
Please write a comment.