Pelaksanaan Deteksi Dini Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular (Ptm) Terintegrasi Di Nagari Sungai Nyalo Kamis 26 Januari 2023
Kegiatan ini di laksanakan di nagari Sungai Nyalo oleh Petugas PTM (Cici elva, Amd. Keb) Petugas Labor (Maihaswati) petugas lansia (Rahmi yulita) dan bidan desa (lira helvita, AMd. Keb) Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular adalah salah satu Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang berorientasi kepada Upaya Promotif dan Preventif dalam pengendalian Penyakit Tidak Menular. Penyakit Tidak Menular menjadi penyebab kematian dan kecacatan terbesar di Indonesia. Padahal sebenarnya, hal ini dapat dicegah dengan melakukan Skrining Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular sejak dini dan menerapkan gaya hidup sehat. Skrining Penyakit Tidak Menular terutama penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi ini ditujukan pada kelompok umur 15-59 tahun (usia produktif), karena adanya kecenderungan bahwa penyakit-penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi mulai menyerang usia yang lebih muda (>15 tahun).Penyakit tidak menular sendiri terjadi karena berbagai faktor, seperti kebiasaan merokok, diet atau pola makan yang tidak sehat, minim aktivitas fisik, dan konsumsi minuman beralkohol. Selain itu, riwayat kesehatan keluarga juga dapat menjadi pemicu penyakit tidak menular.
Prosedur pelaksanaan Skrining Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular yaitu : registrasi, pengukuran tekanan darah, tinggi badan, berat badan, lingkar perut dan pemeriksaan gula darah. Bagi masyarakat yang didapatkan pemeriksaannya melewati batas normal di sarankan ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sasaran yg Datang usia produktif sebanyak 60 orang, Lansia 26 orang, Ditemukan kasus hipertensi 22 orang, Kasus DM 11 orang Gangguan kecemasan 2 orang Gangguan indra 3 orang Dengan adanya kegiatan ini maka diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin melakukan skrining kesehatan minimal satu kali setahun agar dapat mendeteksi secara dini kemungkinan adanya faktor resiko penyakit tidak menular. Karena sesungguhnya mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.
Penulis: Emmi