PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL DI NAGARI LANSANO TARATAK SURANTIH WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SURANTIH
01 Aug 2024
15:13:32 WIB
26x dibaca
SURANTIH, Selasa 30 JULI 2024
"PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL DI NAGARI LANSANO TARATAK SURANTIH WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SURANTIH, GUNA MENCIPTAKAN IBU HAMIL YANG SEHAT DAN GENERASI BEBAS STUNTING"
Indonesia berkomitmen untuk menurunkan angka stunting.
Dalam rangka menurunkan angka stunting pada balita dan Angka Kematian Ibu (AKI), UPT Puskesmas Surantih melakukan program KIA yaitu kelas ibu hamil, agar setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan yang berkualitas" Di wilayah kerja UPT PUSKESMAS SurantihKelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dan kelompok. Bertujuan Meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, KB pasca persalinan, perawatan bayi baru lahir, mitos/kepercayaan/adat istiadat setempat, dan penyakit menular.
Peserta kelas ibu hamil sebanyak 20 orang
ibu hamil. Dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan, dilakukan evaluasi terhadap petugas kesehatan dan ibu hamil dalam memberikan penyajian materi sehingga dapat meningkatkan kualitas sistem pembelajaran.
Salah satu materi yang dibahas dalam kelas ibu hamil adalah Pelayanan antenatal dilakukan sesuai standar kualitas melalui 10 T antara lain:
1. Penimbangan berat badan badan
2. Pengukuran tinggi badan
3. Pengukuran tekanan darah
4. Penilaian status gizi melalui pengukuran lingkar lengan atas (LiLA)
5. Pengukuran tinggi fundus uteri, penentuan presentasi janin dan denyut
jantung janin
6. Skrining status imunisasi TT dan pemberian imunisasi TT sesuai status
imunisasi ibu.
7. Pemberian tablet besi (90 tablet selama kehamilan)
8. Pemeriksaan test lab sederhana (Golongan Darah, Hb, Glukoprotein
Urin) dan atau berdasarkan indikasi (HBsAg, Sifilis, HIV, Malaria, TBC),
9. Tata laksana kasus
10. Temu wicara/konseling termasuk P4K serta KB PP. Selain pemeriksaan 10T semua ibu hamil juga di anjurkan melakukan pemeriksaan minimal 6 x selama hamil( 2x USG di Trimester 1 dan 3)
Pengalaman ibu hamil lain bisa menjadi pelajaran bagi para ibu hamil yang hadir di kelas. Selain itu, dengan adanya jadwal kelas ibu hamil yang rutin terjadwal, petugas kesehatan bisa membina serta
memantau beberapa ibu hamil sekaligus, Pelayanan kesehatan oleh petugas lebih berkualitas dan para ibu hamil bisa saling dukung satu sama lain.
Telah diketahui secara luas bahwa 1000 hari pertama kehidupan merupakan periode emas dalam mengoptimalkan pertumbuhan guna mencegah stunting. Memastikan nutrisi yang adekuat sejak masa pra-konsepsi juga merupakan hal yang tidak kalah penting.Langkah pencegahan stunting yang dilaksanakan oleh Kemenkes RI termasuk di dalamnya adalah memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil. Tindakan ini relatif ampuh karena Lembaga Kesehatan Millenium Challenge dalam laporan Kemenkes menyarankan agar ibu yang sedang mengandung selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi maupun suplementasi
Hal ini dilakukan guna untuk Ibu Hamil Lebih Sehat dan Bahagia sehingga menghasilkan generasi yang berkualitas dan berintelektual tinggi, tentunya bebas STUNTING. Upaya ini tentu bukan hal yang dapat dicapai dengan bekerja sendiri, namun membutuhkan kerja sama, komitmen dan kolaborasi dari seluruh lintas sektor dan pemangku kepentingan terkait mulai dari tingkat Pusat sampai Daerah
Selain hal di atas kami juga memberikan informasi kepada ibu hamil terkait kejadian kasus KLB diare sekarang ini, yaitu...tanda2 diare, cara pencegahan dan pengobatan diare.
Salam sehat????
Penulis:
adewahyuni