Pelatihan Pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi ibu hamil KEK dan balita Gizi Kurang
22 Feb 2024
15:15:28 WIB
17x dibaca
SELASA, 20 FEBRUARI 2024
UPT PUSKESMAS PASAR BARU
Pelatihan Pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi ibu hamil KEK dan balita Gizi Kurang.
Kegiatan di awali dengan pembukaan oleh Kepala TAta usaha puskesmas pasar baru H.Ashari , S.Kep.Msi beserta TPG Puskesmas Pasar baru Shafira Noveralda, AMD.Gz , Afrita Resi, AMD.Keb dan Septi viona lora,Str.Gz melakukan pelatihan dan penyuluhan di Nagari Tanjung Durian diwilayah kerja puskesmas pasar Baru.
Sasaran yang terlibat di dalam pelatihan ini adalah , kader ,ibu hamil kek dan ibu balita stunting dan gizi kurang materi yang berikan adalah bagaimana tatalaksana pemberian makanan tambahan kepada balita gizi kurang (Wasting) dan ibu hamil Kek .
Wasting merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita di Indonesia. Wasting ditandai dengan berat badan yang kurus yang akan berdampak terhadap tumbuh kembang. Kegiatan pengabmas ini berbasis penelitian yang menjelaskan bahwa asupan gizi berhubungan dengan pengetahuan orang tua dalam mengasuh kebutuhan gizi anak. Untuk itu kegiatan pengabmas ini bertujuan memberikan solusi untuk meningkatkan keterampilan para ibu balita wasting untuk dapat mengolah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang bermanfaat dalam meningkatkan berat badan anak balita wasting. Metode pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan edukasi mengenai pembuatan makanan tambahan khusus untuk balita wasting menggunakan leaflet, kuesioner dan booklet, pre dan post test serta pelatihan pembuatan PMT cookies dalam bentuk demonstrasi masak dengan menu baso ikan tongkol dan sate lilit wortel.
Hasil kegiatan ini didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan, keterampilan para ibu balita wasting dalam hal pembuatan PMT berbasis pangan lokal seperti cookies tempe dan pisang. Tercapainya peningkatan berat badan balita wasting selama masa kegiatan dengan rata-rata 100-500 gram setelah pemberian PMT cookies dalam waktu 1 bulan pemberian. Para tim pelaksana kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat melakukan inovasi berupa teknik pengabdian, agar masalah gizi balita dapat teratasi di Indonesia.
#menuju generasi emas
Penulis:
adewahyuni