Pemberian Tablet FE Kepada Ibu Hamil Anemia di Nagari Binjai Tapan Wilayah Kerja Puskesmas Ranah Amp
14 Mar 2024
10:20:28 WIB
15x dibaca
Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan, Senin, 26 Februari 2024
Pemberian Tablet FE Kepada Ibu Hamil Anemia di Nagari Binjai Tapan Wilayah Kerja Puskesmas Ranah Ampek Hulu Tapan
Petugas Puskesmas yang melakukan kunjungan rumah Gushendriadi, Amd. Gz Rivaldo, SKM dan bidan Della Happy Dwira, S. ST
Anemia adalah masalah kesehatan yang terjadi ketika tubuh kekurangan hemoglobin atau sel darah merah. Anemia bisa dialami oleh siapa saja, namun lebih rentan terjadi pada wanita, terutama ibu hamil. Umumnya, anemia saat hamil disebabkan oleh kekurangan zat gizi serta perubahan hormon tubuh yang dapat memengaruhi produksi sel darah merah di dalam tubuh.
Pada ibu hamil, anemia dapat meningkatkan risiko keguguran, risiko terjadinya cacat bawaan, bayi lahir prematur, kematian janin, serta berat bayi lahir rendah (BBLR). Ada beberapa cara pencegahan anemia yaitu dengan pemberian zat besi 90 tablet, cek Hb pada trimester I dan trimester III, periksa kehamilan, dan meningkatkan pengetahuan dengan edukasi kesehatan.
Gejala anemia pada ibu hamil dapat berupa letih, lelah, kulit tampak pucat, jantung berdebar, sesak napas, sulit berkonsentrasi, pusing, dan hingga pingsan. Penyebab anemia pada ibu hamil ada banyak, mulai dari kekurangan asupan zat besi dan vitamin B12, perdarahan, atau pola makan yang kurang sehat. Selain itu, faktor lain, seperti asupan kafein atau kopi berlebihan, juga disebut dapat meningkatkan risiko ibu hamil untuk mengalami anemia.
Bahaya Anemia pada Ibu Hamil
Berikut ini adalah beberapa bahaya anemia, baik terhadap kesehatan dan keselamatan ibu yang mengandung maupun janinnya:
1. Depresi postpartum / Depresi pasca persalinan
Depresi postpartum adalah depresi yang dialami oleh ibu setelah persalinan. Mengalami anemia selama kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi postpartum.
2. Risiko fatal bila terjadi perdarahan saat bersalin
Bila seorang ibu hamil mengalami anemia saat proses persalinan dilakukan, maka hal itu akan membahayakan keselamatannya ketika terjadi perdarahan.
3. Bayi lahir prematur
Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi sebelum tanggal perkiraan persalinan atau sebelum minggu ke-37 kehamilan. Selain sejumlah masalah kesehatan, bayi yang lahir prematur juga berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang. Penelitian menunjukan bahwa anemia pada trimester pertama kehamilan meningkatkan risiko terjadinya persalinan prematur.
4. Bayi lahir dengan anemia
Anemia pada kehamilan dapat menyebabkan bayi ikut terlahir dengan anemia. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko bayi mengalami gangguan kesehatan dan gangguan tumbuh kembang.
5. Kematian janin
Beberapa penelitian menunjukan bahwa anemia pada kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya kematian janin sebelum maupun sesudah persalinan.
Untuk mengatasi anemia selama kehamilan, Anda dapat meningkatkan asupan zat besi, asam folat, dan vitamin B12, baik dalam bentuk suplemen yang diberikan oleh dokter maupun dalam bentuk makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Contoh makanan yang kaya akan zat besi, asam folat, dan vitamin B12 adalah daging merah, sayuran berdaun hijau tua, telur, kacang-kacangan, ayam, dan ikan.
Untuk mencegah anemia dan mengatasinya sedini mungkin sebelum menimbulkan berbagai bahaya anemia pada ibu hamil seperti yang telah disebutkan di atas, ibu hamil dianjurkan untuk memeriksakan diri secara rutin ke dokter kandungan
#puskesmasrahulrancakbana
Penulis:
adewahyuni