Pembinaan Posyandu Aktif diwilayah Kerja Puskesmas Tanjung Makmur Kecamatan Silaut
15 Jan 2024
10:21:11 WIB
19x dibaca
Silaut, 8 Januari 2024.
Petugas Promkes dan PM,
Dwi Muchranto,S.Kep bersama Bidan Desa Pembina Wilayah posyandu Kenanga 1 dan Kenanga 2 Rosma Elita, Amd.Keb dan Bidan Desa Pembina Wilayah posyandu Anggrek 1 dan Anggrek 2 , Gusmayarti,Amd.Keb mengadakan Pembinaan Posyandu Aktif diwilayah Kerja Puskesmas Tanjung Makmur Kecamatan Silaut. Penerapan layanan berbasis siklus hidup manusia menjadi fokus integrasi dalam pelayanan kesehatan primer di masyarakat. Itu artinya, layanan di pusat kesehatan primer, termasuk posyandu, tidak hanya melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi juga remaja, dewasa, dan warga lansia.
Perluasan layanan kesehatan untuk seluruh siklus hidup manusia merupakan salah satu perubahan mendasar yang diwujudkan dalam transformasi pelayanan kesehatan primer.
”Puskesmas dan posyandu akan fokus pada promotif dan preventif. Itu harus dilakukan di seluruh siklus hidup, termasuk di posyandu. Dulu, posyandu hanya fokus pada ibu hamil dan anak balita. Sekarang, posyandu fokus pada semua usia, dari ibu hamil, balita, anak, dewasa, dan lansia,” tuturnya.
Untuk itu, Dwi Muchranto menyampaikan, pelayanan yang diberikan pada layanan kesehatan primer disesuaikan dengan siklus hidup. Pelayanan dapat dilakukan, antara lain, dengan memberikan edukasi kesehatan, penapisan atau skrining masalah kesehatan sesuai siklus hidup, serta pencegahan penyakit, seperti imunisasi dan pemberian makanan tambahan. Pelayanan tersebut juga akan distandardisasikan agar bisa diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan di seluruh wilayah.
Dari kegiatan posyandu tersebut petugas memantau perkembangan pertumbuhan, kesehatan, gizi anak-anak, serta memperoleh imunisasi.
Bentuk transformasi layanan kesehatan primer lainnya adalah dengan memperkuat struktur pelayanan kesehatan primer melalui penguatan puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu, serta jejaring layanan kesehatan lain di masyarakat, seperti layanan kesehatan sekolah dan layanan kesehatan kerja.
Dwi Muchranto juga menuturkan, hal lain yang juga akan diperkuat dalam transformasi kesehatan primer adalah penguatan pemantauan kesehatan wilayah melalui digitalisasi. Pemantauan wilayah yang dilakukan petugas atau kader kesehatan setempat akan diperkuat melalui dashboard situasi kesehatan per desa atau kelurahan.
”Kita juga akan melakukan reedukasi pada semua kader di posyandu supaya mereka bisa melakukan tugas promosi dengan baik. Tugasnya bukan lagi mengadakan kegiatan setiap bulan sekali, tetapi kita ingin kader secara aktif datang dari rumah ke rumah untuk melakukan edukasi perilaku hidup bersih sehat.
Dwi Muchranto berharap, upaya penguatan pada pelayanan kesehatan primer bisa semakin mewujudkan konsep sehat yang diharapkan untuk masyarakat. Fasilitas pelayanan kesehatan primer dibentuk untuk memastikan setiap masyarakat bisa tetap sehat tercegah dari berbagai penyakit. Itu sebabnya, fokus dari layanan kesehatan primer pada upaya promotif dan preventif, bukan pada kuratif atau pengobatan.
”Jangan jadikan puskesmas itu sebagai rumah sakit. Puskesmas itu seharusnya untuk menjaga orang tetap sehat. Sementara menyembuhkan orang sakit itu di rumah sakit,” ucap Dwi.
Penulis:
Sherly G